Kudus, isknews.com – Universitas Muria Kudus (UMK) resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta. Penandatanganan yang berlangsung pada Kamis, 31 Juli 2025, ini menjadi tonggak awal kolaborasi strategis antara dua institusi untuk memperkuat program-program pendidikan inklusif, pelatihan guru, pengembangan riset, dan pemberdayaan komunitas disabilitas melalui pendekatan seni dan teknologi.
Kerja sama ini berlaku selama lima tahun, mulai 2025 hingga 2030, dan mencakup enam program utama yang terbagi ke dalam tiga skema tridharma perguruan tinggi, yakni pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi aktif UMK dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing dan inklusif.
Melalui skema pelatihan, UMK akan melaksanakan pelatihan seni karawitan bagi penyandang disabilitas sensorik netra di Surakarta, serta pelatihan keterampilan literasi dan numerasi untuk guru-guru SD inklusif. Program ini bertujuan meningkatkan akses pendidikan serta kapasitas tenaga pendidik di sekolah-sekolah yang melayani siswa berkebutuhan khusus.
Di bidang penelitian, terdapat dua agenda utama, yaitu penelitian kolaboratif tentang efektivitas pembelajaran inklusif berbasis seni dan budaya, serta studi longitudinal perkembangan sosial-emosional peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusif Surakarta. Kegiatan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kebijakan pendidikan inklusi yang berbasis data dan kontekstual.
Adapun pada skema pengabdian, UMK akan menjalankan pendampingan komunitas disabilitas melalui media seni dan budaya lokal, serta pemberdayaan sekolah inklusif dengan teknologi pembelajaran adaptif bersama Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Fokus kegiatan ini adalah memperluas partisipasi masyarakat dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan yang setara.
Rektor UMK, Prof. Dr. Darsono, M.Si., menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk kolaborasi yang memang kita butuhkan karena kita tidak bisa berjalan sendiri. Ke depan, antara UMK dan Pemkot Surakarta akan kita gali potensi masing-masing yang dapat diselaraskan, utamanya untuk membekali generasi muda kita,” ujar Rektor.
Ia juga menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni.
“Pertemuan ini bukan yang pertama dan terakhir. Setelah ini adalah awalan yang nantinya akan kita laksanakan rencana tindak lanjut yang akan kita jalankan bersama-sama,” tegasnya.
Penandatanganan nota kesepahaman ini turut disambut antusias oleh perwakilan Pemerintah Kota Surakarta, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A. Ia menyampaikan apresiasinya atas inisiasi yang dilakukan oleh UMK.
“Kita tahu UMK sangat masif perkembangan dan kemajuannya. Terbukti, kolaborasi hari ini tidak hanya dilakukan di daerah Jawa Utara, tapi bisa sampai Solo,” ungkap Astrid.
Ia menilai kerja sama ini merupakan contoh sinergi yang patut diapresiasi.
“Ini merupakan praktik yang baik dari UMK yang sudah menginisiasi bahkan untuk wacana kegiatan dalam lima tahun mendatang,” tambahnya.
Dengan kerja sama ini, UMK memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif menciptakan solusi nyata bagi tantangan sosial dan pendidikan. Kolaborasi lintas daerah ini diharapkan menjadi awal dari inovasi-inovasi berkelanjutan yang membawa dampak luas, terutama bagi pengembangan pendidikan inklusif dan pemberdayaan masyarakat. (AS/YM)







