Vaksin Difteri Langka Kudus Terancam Gagal UCI

oleh -173 Dilihat
ilustrasi

Kudus, isknews.com – Kelangkaan vaskin difteri yang terjadi sejak bulan Oktober lalu, menjadikan Kabupaten Kudus terancam gagal memenuhi target cakupan Universal Child Imunization (UCI) 2018. Kepala DKK Kudus, Joko Dwi Putranto melalui Pengelola Progam Imunisasi, Ali Muhtadi, mengungkapkan saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri.

“Karena KLB Difteri yang terjadi tahun ini cukup banyak, sehingga cadangan vaksin dari pusat dialihkan untuk penanganan KLB. Akibatnya, sejumlah daerah mengalami kelangkaan vaksin yang terjadi secara nasional, bukan hanya di Kudus saja,” ujarnya saat ditemui media ini di kantor Dinasnya, Senin (17/12).

Tidak adanya distribusi vaksin difteri dari bulan Oktober sehingga berdampak pada tidak terpenuhinya cakupan vaksin yang ada di Kudus.  Sehingga menjadi kendala pada pelaksanaan program Outbreak Response Immunization (ORI) penyakit difteri secara menyeluruh.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh DKK Kudus, cakupan vaksin Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT) hingga bulan November ada 13.906 orang atau sekitar 87%.

Angka ini terbilang masih jauh dari target UCI yang mensyaratkan cakupan vaksin di setiap daerah sebesar 95%. “Kelangkaan vaksin DPT inilah yang mejadikan Kudus gagal UCI 2018,” katanya.

Menghadapi kondisi seperti ini, Ali Muhtadi mengaku pihaknya telah melakukan laporan ke pusat dari bulan Oktober, akan tetapi hingga saat ini belum ada pendistribusian vaksin tersebut.

Diungkapkannya, bahwa di Kudus tidak pernah terjadi kasus difteri atau bukan daerah endemis difteri. Meskipun begitu, masyarakat Kudus tetap saja membutuhkan vaksin sebagai upaya proventif dan proteksi terhadap penyakit difteri.

“Saran saya, masyarakat Kudus untuk sementara waktu jangan berkunjung atau bermukim di daerah KLB Difteri seperti Kota Semarang dan Pekalongan,” pesannya.

Mengingat difteri merupakan penyakit menular yang ditularkan melalui percikan ludah atau droplet penderita maupun carrier difteri. Berkunjung ke darah KLB difteri akan mempertinggi resiko terjadinya penularan dan penyebaran penyakit difteri. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.