Akumulasi Tunggakan PKB Jateng Capai Rp 2T, Samsat Kudus Upayakan Tambah Titik Layanan

oleh -182 kali dibaca
M Nur Khabsyin anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Bapenda Provinsi Jawa Tengah menggandeng seluruh perwakilan masyarakat Kabupaten Kudus dan instansi terkait guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di wilayah Jawa Tengah pada acara sosialisasi kepatuhan pajak, yang digelar di ruang pertemuan Hotel Kenari Kudus, Selasa (15/03/2022).

Dalam acara sosialisasi yang dihadiri oleh DPRD Provinsi Jawa Tengah ini, Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah M Nur Khabsyin menyampaikan dari data akumulasi, tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) mencapai Rp 2 Triliun.

Suasana acara sosialisasi kepatuhan pajak, yang digelar oleh Bapenda Provinsi Jawa Tengah di ruang pertemuan Hotel Kenari Kudus (Foto: YM)

“Dengan besaran sebanyak itu, sosialisasi ini diharapkan bisa meningkatkan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan memenuhi target pendapatan dari sektor pajak utamanya komponen pajak kendaraan bermotor,” ujar Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jawa Tengah.

Dijelasknannya, pajak kendaraan bermotor ini sangat signifikan untuk pembangunan di Jawa Tengah. Sebab, angka 80 persen dari pendapatan daerah, pajak daerah sendiri menyumbang 80 persen pendapatan PAD Jawa Tengah.

, Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Samsat Kudus, Noor Arifin (Foto: YM)

“Selama ini, tunggakan pajak kendaraan bermotor permasalahannya memang tidak semua barangnya ada. Banyak kendaraan lama dan baru, yang sudah rusak juga tidak dipakai dan tidak diurusi sehingga banyak yang tidak membayar pajak,” ungkap Khabsyin di sela-sela acara sosialisasi.

Kata dia, harusnya memang ada verifikasi tentang jumlah kendaraan yang masih bisa dipakai dan berapa, yang betul-betul sudah tidak bisa dipakai.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Samsat Kudus, Noor Arifin mengatakan untuk di Kabupaten Kudus sendiri, tunggakan pembayaran pajak kendaraan bermotor masih tinggi.

Dengan tunggakan yang masih tinggi itu, Arifin mengatakan upaya yang dilakukan dengan menambah titik layanan di beberapa tempat.

“Sementara ini, di pabrik djarum setiap bulan sudah ada 30 titik layanan. Di Pura 2 kali titik layanan, Nojorono 2 kali titik layanan. Terakhir baru uji coba di Mall Pelayanan Publik,” jelasnya.

Tak hanya itu, di hari libur pihaknya juga masih membuka layanan untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Jika biasanya di Car Free Day, sekarang minggu di Kantor Samsat Kudus masih membuka layanan,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.