Anggota Dewan Janji Kawal Pembangunan Infrastruktur Desa Wisata

oleh

Kudus, isknews.com – Membangun desa-desa menjadi destinasi-destinasi wisata bukan pekerjaan mudah. Masih banyak persolan yang harus diselesaikan dan sangat banyak yang harus dituntaskan terlebih dahulu, baik oleh pemerintah desa, asosiasi desa wisata, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan stakeholder lainnya.

Infrastruktur dan berbagai keberpihakan yang serius terhadap desa-desa yang sedang berusaha menjadikan desa mereka sebagai destinasi wisata. Harus ada pengawalan bagi konsistensi Pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur utamanya jalan menuju kawasan desa wisata.

Budiyono (tengah) ketua DPD PAN Kudus yang juga anggota DPRD bersama Rochim Sutopo (Kiri) dan Endang Kursistiyani (Kanan) saat gelar reses di Rumah PAN Kudus (Foto: YM)

Hal itu dikemukakan oleh Budiyono dari Fraksi PAN DPRD Kudus usai reses yang digelar di Rumah PAN beberapa waktu lalu. Budiyono menyampaikan hal tersebut usai seorang anggota konstituennya mempersoalkan dan mengusulkan kepada para wakil rakyat untuk dapat mengawal penyelenggaraan infrastruktur bagi Desa Wisata di Kudus.

“Memang pemerintah kabupaten Kudus harus mulai lebih sensitif menangkap aspirasi dari komunitas-komunitas di desa wisata, Selain itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata pun tidak perlu membatasi pemahaman bahwa konsep desa wisata hanya bisa dilakukan di desa-desa tertentu. Karena sejatinya setiap desa memiliki potensi untuk dijadikan komoditas wisata unggulan,” ujar anggota Komisi C dan ketua BK tersebut didampingi anggota fraksi yang lain Rochim Sutopo dan Endang Kursistiyani, Minggu (06/10//2019).

TRENDING :  Bulan Dana PMI Kudus 2018 Kumpulkan Rp460,14 Juta

Sementara itu paska pengajuan pembangunan jalan tembus Rahtawu – Soco melalui Bantuan Gubernur (Bangub) 2020 ditolak. Lantaran jalan tersebut belum memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai jalan Kabupaten.

Rencananya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan membangun jalan tersebut dengan menggunakan dana APBD Perubahan 2020. Hal tersebut dikatakan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kudus, Sam’ani Intakhoris belum lama ini.

Melalui progam Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) progam pembangunan jalan ini akan direalisasikan tahun depan.

“Nanti dari Kodim 0722/Kudus berkerjasama dengan Pemkab Kudus dalam hal ini Dinas PUPR akan membangun jalan Rahtwu-Soco. Untuk anggarannya, kurang lebih Rp. 5 miliar,” jalasnya usai membuka TMMD Sengkuyung tahap III TA. 2019 di Lapangan Desa Peganjaran, Kecamatan Bae pada Rabu (2/10).

TRENDING :  Bupati Pati Ingatkan Pendataan Ulang Aset Desa

Secara teritorial, pembangunan jalan ini dinilainya sebagai progam dengan urgensi tinggi. Mengingat, selama ini hanya ada satu jalur akses menuju Rahtawu. Dan jalur yang ada juga tidak mendukung untuk dilakukannya proses evakuasi jika terjadi bencana di lereng barat Gunung Muria itu.

“Jalan Rahtawu-Soco ini nantinya dapat berfungsi sebagai jalur alternatif dan jalur evakuasi jika terjadi longsor di Rahtawu,” katanya.

Sementara Dandm 0722/Kudus, Letkol Arm Irwansyah menyatakan jalan tembus Desa Rahtawu menuju Desa Soco dinilainya sangat diperlukan. Dengan pertimbangan beberapa faktor.

Diantaranya adanya akses bagi masyarakat sekitar untuk pendistribusian hasil tani yang cepat. Sebagai jalur evakuasi jika terjadi isolasi karena bencana tanah longsor, terutama Desa Rahtawu. Hingga penyetopan ilegal logging.

Hanya saja, tak dapat dipugkiri pengerjaannya memang tidak bisa dilakukan sekejap mata. Rencana yang matang pun harus disusun sedemikian rupa. Dengan tujuan, progam benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

TRENDING :  Peringatan Haul dan Salin Luwur Syaikh Sadzali Rejenu Digelar

“Jadi memang harus dipertimbangkan secara matang, yang penting nanti kami tinjau lagi, kami buka dulu aksesnya,” katanya.

Berbagai elemen juga diharapkan bisa bersinergi bersama. Baik sekelas Pemerintah Kabupaten hingga komunitas-komunitas sadar lingkungan. Irwansyah mengatakan, peran aktif masyarakat dalam hal ini juga diperlukan.

“Semua elemen harus bersinergi dalam hal ini,” terangnya.

Wacana akses jalan tembus Desa Rahtawu menuju Desa Soco sendiri sudah digaungkan awal 2018 lalu. Gagasan perbukitan pada rangkaian Pegunungan Rahtawu, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog diwacanakan dapat di alih fungsikan sebagai jalan penyambung menuju Desa Soco, Kecamatan Dawe.

Pembukaan akses dengan menembus Pegunungan Rahtawu juga diharapkan mampu membuka perputaran perekonomian di sekitar. Segi pariwisata akan dipikirkan setelahnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :