Bawang Merah, Pendidikan, dan Transportasi Pengaruhi Inflasi Bulan Juli di Kudus

oleh -155 Dilihat
Foto: Ilustrasi Inflasi

Kudus, isknews.com – Kenaikan harga bawang merah, tarif pendidikan, dan biaya transportasi menjadi faktor utama yang mendorong laju inflasi di Kabupaten Kudus pada Juli 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus mencatat inflasi bulan lalu sebesar 0,12 persen, masih di bawah rata-rata inflasi Jawa Tengah yang mencapai 0,18 persen.

Kepala BPS Kudus, Eko Suharto, menjelaskan kelompok pengeluaran pendidikan menyumbang andil terbesar terhadap inflasi Juli, yakni 0,06 persen. Disusul kelompok transportasi dengan kontribusi 0,02 persen.

“Peningkatan tarif pada sektor pendidikan cukup dominan karena bertepatan dengan awal tahun ajaran baru,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (4/8/2025).

Selain itu, sejumlah komoditas pangan ikut memicu inflasi. Bawang merah menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,06 persen, diikuti cabai rawit dan bensin masing-masing 0,03 persen, serta telur ayam ras dan tomat masing-masing 0,02 persen.

Meski demikian, tidak semua harga komoditas bergerak naik. Beberapa bahan pangan mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil pada deflasi. Di antaranya bawang putih dengan andil deflasi 0,04 persen, buncis 0,02 persen, gula pasir, jeruk, dan cabai merah masing-masing 0,01 persen.

“Ini menunjukkan meskipun ada harga pangan yang naik, ada juga komoditas lain yang turun sehingga inflasi tetap terkendali,” kata Eko.

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kudus pada Juli 2025 sebesar 108,73. Sementara inflasi tahun ke tahun (Juli 2024–Juli 2025) berada di angka 2,63 persen.

Dengan kondisi ini, Eko berharap sinergi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terus diperkuat guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian di Kudus. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :