Lewat Satu Data Satu Kata, Pemkab Kudus Perkuat Sinergi Hadirkan Data yang Lebih Berkualitas

oleh -295 Dilihat
Penabuhan gong oleh Bupati Sam’ani menjadi momentum penting dalam upaya Pemkab Kudus meningkatkan kualitas data untuk pembangunan daerah. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Upaya memperkuat sinergi antar-instansi dalam menghadirkan data yang berkualitas terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus. Hal ini terlihat melalui kegiatan “Satu Data Satu Kata: Literasi Statistik dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026” yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus pada Senin (24/11/2025), sebagai langkah strategis untuk memastikan proses pendataan daerah berjalan lebih terarah, akurat, dan sesuai kebutuhan pembangunan.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa kualitas data merupakan faktor kunci dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Melalui Satu Data Satu Kata, Pemkab Kudus ingin memastikan seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati Sam’ani menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menyiapkan data yang benar dan mencerminkan kondisi lapangan secara riil. Menurutnya, data yang baik menjadi dasar bagi pemerintah untuk membaca potensi, mengukur dinamika ekonomi, dan menentukan arah pembangunan daerah.

“Pemkab Kudus siap memberikan data yang benar dan akurat agar dapat digunakan sebagai dasar perencanaan yang tepat sasaran. Peningkatan PDRB menjadi tantangan bersama dan hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh pihak,” ujar Bupati Sam’ani Intakoris.

Ia juga menyoroti capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kudus yang kini berada di peringkat ketiga tertinggi di Jawa Tengah. Capaian tersebut, kata Bupati, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas data agar kebijakan yang diambil mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Eko Suharto, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi atas dukungan Pemkab Kudus dalam setiap agenda statistik, termasuk langkah-langkah persiapan menuju Sensus Ekonomi 2026. Eko menjelaskan bahwa sensus mendatang merupakan sensus ekonomi kelima yang akan dilaksanakan pada Juni–Juli 2026 dan dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.

“Partisipasi aktif semua pihak menjadi kunci dalam menghasilkan data statistik yang berkualitas. Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan gambaran karakteristik, struktur, dan dinamika ekonomi sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar kebijakan yang tepat sasaran dan perencanaan pembangunan yang lebih akurat,” ungkapnya.

Selain memberikan manfaat bagi pemerintah, Eko menambahkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 juga sangat penting bagi pelaku usaha. Data hasil sensus dapat membantu membaca peluang pasar, menentukan strategi bisnis, merencanakan ekspansi, hingga memetakan potensi investasi yang lebih tepat sesuai kondisi ekonomi daerah.

Kegiatan Satu Data Satu Kata tidak hanya meningkatkan literasi statistik, tetapi juga memperkuat koordinasi antar-instansi di lingkungan Pemkab Kudus. Dengan sinergi yang lebih kuat, diharapkan proses pendataan dan pengelolaan data di setiap perangkat daerah semakin konsisten, terintegrasi, dan sesuai standar nasional.

Melalui kerja sama yang terbangun antara Pemkab Kudus dan BPS, Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan terciptanya tata kelola data yang lebih profesional, modern, dan berkualitas tinggi. Dengan demikian, setiap kebijakan pembangunan dapat didasarkan pada data yang valid dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan komitmen bersama ini, Pemkab Kudus berharap partisipasi masyarakat serta pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026 semakin meningkat, sehingga data yang dihasilkan benar-benar mampu menjadi pondasi bagi pembangunan ekonomi daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :