Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp 91,5 Juta

oleh

Kudus, isknews.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC-TMC) Kudus belum lama ini mengamankan rokok ilegal pada Senin (15/1/2018) Sekitar pukul 21.00 malam.

Bea Cukai terus intensif lakukan pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Salah satu upaya nyata yang dilakukan Bea Cukai wilayah kerja KPPBC TMC Kudus adalah dengan dengan melaksanakan Operasi Patuh Ampadan yang ditujukan untuk meningkatkan pengendalian peredaran barang kena cukai ilegal. “KPPBC terus menindak peredaran dan produksi barang kena cukai (BKC) ilegal,” kata Imam Prayitno Kepala KPPBC-TMC Kudus saat ditemui isknews.com setelah sosialisasi tarif cukai hasil tembakau, beberapa waktu lalu.

Dalam siaran pers yang diterima isknews.com, Bea Cukai Kudus pada Rabu (17/01/2018), melakukan penindakan terhadap sebuah kendaraan minibus berwarna silver yang pada waktu itu berhenti di SPBU karena diduga mengangkut rokok ilegal.

TRENDING :  Terbentur Aturan Cukai Ratusan Pabrik Rokok Kelas Kecil Gulung Tikar

Dari pemeriksaan awal terhadap minibus ditemukan barang bukti berupa rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) tanpa dilekati pita cukai sebanyak 128.000 batang.

TRENDING :  PPRK Dukung Pemerintah Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Penegahan dilakukan setelah Bea Cukai Kudus memperoleh informasi dari masyarakat tentang adanya pengiriman Barang Kena Cukai (BKC) berupa Hasil Tembakau yang diduga ilegal dengan menggunakan sebuah minibus dengan ciri-ciri tertentu dari Jepara.

Tim Bea Cukai Kudus segera menindaklanjuti informasi dengan melakukan pemantauan di jalan yang menghubungkan Jepara. Kemudian Tim mendapati minibus dengan ciri-ciri sesuai dengan yang diinformasikan berhenti di sebuah SPBU Jalan Raya Kudus-Semarang.

TRENDING :  196.000 Batang Rokok Ilegal Diamankan Bea Cukai Kudus

Untuk pemeriksaan lebih lanjut minibus dan barang bukti diamankan ke KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus beserta sopir kendaraan yang berinisial N (37 tahun) dan kenek kendaraan yang berinisial MM (27 tahun) untuk diminta keterangan lebih lanjut. Dari penegahan tersebut, diperkirakan total nilai barang yang diamankan sebesar Rp 91.520.000 dan potensi kerugian Negara berupa cukai yang tidak dibayar mencapai Rp 47.360.000. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :