Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Ini Beri “Ifthar” ke Penunggu Pasien RS Kelas 3

oleh -188 Dilihat

Kudus, ISKNEWS.COM – Membagikan Ifthar atau sajian buka puasa gratis selain yang sudah jamak dilakukan di beberapa Masjid atau Mushola maupun di jalan-jalan, ada cara unik lain lagi lho, untuk berbagi kebahagiaan itu.

Seperti halnya cara unik yang dilakukan pada komunitas Gerakan Bersedekah dan Bebas Riba Group (GEBBRAG), Kudus. Mereka yang beranggotakan orang-orang yang konsen di bidang sosial kemanusiaan itu, belum lama ini berbagi kebahagiaan berupa pemberian Ratusan nasi kotak dan 1 gelas cup teh hangat kepada penunggu pasien kelas 3 di beberapa rumah sakit di Kota Kudus.

Ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Loekmonohadi Kudus, Ketua Gebbrag, Sigit Setiawan mengatakan, kegiatan yang sudah memasuki tahun kedua sejak 2017 lalu ini memang konsen dari pengalaman kepahitan hidup yang dulu pernah di derita salah satu anggotanya. “Gebbrag Lahir dari realita atau  kenyataan hidup mas,” katanya.

Dalam pekan ini, ada beberapa sasaran RS yang kita sambangi, untuk sore kali ini kita ke RSUD Dr. Loekmonohadi Kudus, rencana selanjutnya ke RSI Sunan Kudus, RS mardirahayu dan RSI Aisyiyah,” terangnya kepada isknews.com Sabtu (19-5-2018) sore.

Dikatakan Sigit, Kenapa sasaran kita adalah penunggu kelas 3? Karena sebagian besar dari mereka kehidupannya masih sejahtera, atau bisa diklasifikasi kelas menengah kebawah. “Dimana, keluarga pasien kebanyakan punya masalah dan beban mental yang kuat, untuk itu kami berbagai kebahagian disana,” ujar Sigit.

“Sembari berbagi dan mendoakan si pasien supaya lekas sembuh, kami juga memberikan motivasi semangat yang bermanfaat ke mereka (penunggu pasien), supaya kuat dan tabah dalam menjalani cobaan hidup, karena berdakwah atau mengajak kebaikan bukan hanya saat kita di masjid atau di mimbar podium pengajian, melainkan disinipun bisa,” imbuhnya.

Selain berbagi nasi saat di bulan ramadhan, lanjut Sigit, Gebbrag juga konsen pada pelatihan marketing online, pendampingan dan pemberian kursi roda untuk kaum difabel, dan bedah rumah. “Kami beberapa waktu lalu, tergerak untuk membedah rumah warga  di daerah Kecamatan Undaan, tentunya kami bekerjasama dengan pihak desa sebelumnya,” bebernya.

Selain rentetan kegiatan diatas, Gebbrag juga serius mengajak masyarakat untuk berhijrah dari hal yang berkaitan dengan Riba ke yang berkah, Seperti halnya bisnis riba, hutang piutang dengan cara riba, dan lainnya, konsep itu wajib ditinggalkan dan harus berani berhijrah.

“Gebbrag bukan hanya mengajak untuk bersedekah tapi juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah hutang terutama hutang Riba, itu salah satu syi’ar yang utama kami,” ucapnya

Ditambahkan, Kami juga akan melakukan pendampingan bagaimana setelah lepas dari riba, pekerjaan apa yang harus dilakoni tanpa campur tangan riba, salah satunya kami bimbing melalui pelatihan internet marketing.

“Pada dasarnya, kami tidak ada maksud dan tujuan apa-apa dalam berbagi kali ini, Insya Allah tujuannya satu “karena Allah”, melalui jalan yang telah di ridhoinya,” pungkas Sigit. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.