Bupati dan Wakil Bupati Kudus Hadiri Peringatan HAKORDIA dan LARWASDA 2025 

oleh -301 Dilihat
Foto: Pemkab Kudus

Regional, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton kembali menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola yang bersih dan berintegritas melalui kehadiran mereka pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) tingkat Provinsi Jawa Tengah serta Rapat Gelar Pengawasan Daerah (LARWASDA) 2025, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, ini melibatkan KPK RI, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, aparat penegak hukum, pimpinan lembaga vertikal, serta para Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali langkah-langkah pencegahan korupsi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pengawasan daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dalam sambutannya menekankan pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa seorang pejabat publik harus menjadikan tanggung jawab sebagai prioritas utama dalam menjalankan amanah negara.

“Yang boleh diambil oleh pemimpin hanyalah tanggung jawab, lainnya tidak boleh diambil. Hari ini adalah titik balik untuk melakukan koreksi, dan hari esok harus lebih baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Lutfi juga memaparkan upaya pencegahan korupsi yang telah dilakukan Pemprov Jateng, meliputi kerja sama dengan aparat penegak hukum terkait penerapan restorative justice, pendidikan antikorupsi di 104 sekolah, serta pembentukan 113 desa antikorupsi.

Sementara itu, Ketua KPK RI Setyo Budiyanto mengingatkan bahwa semangat antikorupsi tidak boleh berhenti sebagai simbol peringatan belaka. Ia meminta agar seluruh aparatur pemerintah terus menghidupkan nilai-nilai integritas dalam praktik kerja sehari-hari.

“Kami berharap HAKORDIA tidak hanya diperingati setiap 9 Desember, tetapi dapat terus diaplikasikan dalam keseharian. Istilah WBK dan WBBM bukan hanya slogan, namun prinsip yang harus melekat dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Setyo menambahkan bahwa pelaksanaan pemerintahan yang bersih pada dasarnya tidaklah rumit ketika dijalankan dengan transparansi dan akuntabilitas.

“Tidak ada yang rumit jika kita melaksanakannya secara transparan dan akuntabel. Prinsip inilah yang harus menjadi pegangan setiap aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati Sam’ani dan Wabup Bellinda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung penuh pengawasan daerah yang optimal dan siap memperkuat budaya kerja yang mengedepankan kejujuran, disiplin, serta peningkatan kualitas layanan publik.

Melalui momentum HAKORDIA dan LARWASDA 2025 ini, Pemkab Kudus berharap nilai-nilai antikorupsi dapat semakin mengakar, tidak hanya dalam tubuh birokrasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sebagai fondasi menuju pemerintahan yang bersih dan terpercaya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :