Di Barongan Kudus, Kakek Kusrin Tinggal Sendiri di Gubug Nyaris Roboh Ukuran 2x2M

oleh -2,801 kali dibaca
Kakek Kusrin (79) yang tinggal sendirian dirumah ukuran 2x2 meter di Desa Barongan Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Ironis, hanya berjarak sekitar sekilo dari pusat kota Kudus, ternyata seorang lansia bernama Kusrin (79) tinggal sendirian disebuah gubug yang bisa disebut rumah tak layak huni (RTLH) hanya berukuran 2×2 meter, tanpa jendela, tanpa MCK bahkan terkesan lusuh dan hanya bisa dibuatnya berbaring.

Rumah milik Kusrin yang sehari hari bekerja sebagai buruh serabutan, terletak di Desa Barongan RT 03 RW 02 sebelah selatan Pasar Barongan Kudus, masuk ke dalam gang sempit yang untuk dilantasi dua motor berpapasan masih terasa belum lega.

Karena tak ada MCK, untuk kamar mandi, Kusrin biasa menumpang ke rumah tetangganya. Pada bagian depan rumah Kusrin, terdapat kandang burung yang berisi Burung Brenggolo atau Burung Merpati Kerah yang biasa disebut Burung Puter.

“Saya sudah puluhan tahun tinggal di sini, saya hidup sendiri sudah lebih dari sepuluh tahun,” ucap Kusrin, Selasa (15/11/2022).

Saat awak media melihat rumah Kusrin, kondisi gubuk yang ditinggali oleh kakek tersebut sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, gubuk itu sebagian besar terbuat dari bambu dan bagian dari didingnya miring nyaris roboh. Sehari-hari, kakek Kusrin tersebut bekerja sebagai buruh harian lepas.

Sempat tak ada dirumahnya, ternyata pria renta ini sedang meraut bambu dihalaman rumah warga yang berada tak jauh dari rumahnya. Dia mengaku sedang menjadi buruh ikut tetangganya yakni membuat bambu kerangka dan penyangga papan karangan bunga.

Kakek 79 tahun itu pun mengaku, hidup dari pekerjaan serabutan asalkan bisa untuk makan sehari-hari. Sementara itu, untuk aliran listrik yang berada di rumah gubuk kecilnya itu, ia mengaku mendapatkan saluran dari saudaranya.

“Saya buruh sembarang penghasilan cukup untuk makan. Aliran listrik dari saudara, kalau mandi numpang ke saudara,” jelas dia.

Meski gubuk kecilnya itu sudah hampir rubuh, kakek Kusrin mengaku saat hujan atap gubuknya tersebut tidak bocor.

Meski sudah lanjut usia, dengan rambut dan jenggot yang sudah tertutup uban. Tubuh Kusrin masih lincah untuk bekerja sebagai buruh.

“Saya buruh, kerja sembarang saya mau. Pendapatan sehari hanya cukup untuk makan,” katanya.

Itupun, penghasilannya menjadi buruh masih dibagi dua untuk membeli makan Burung Brenggolo miliknya.

Untuk menambah penghasilannya, Terkadang Kusrin harus menjual Burung Brenggolo yang dia pelihara sendiri.

“Dijual, harganya mulai dari Rp25ribu sampai Rp125ribu. Biasanya saya naik sepeda untuk dibawa ke pasar lalu dijual,” terangnya.

Kusrin tergolong lansia yang kuat, hal itu lantaran dirinya jarang mendapat bantuan sosial dari pemerintah.

Namun, baru-baru ini dirinya merasa bersyukur karena mendapat Bantuan Langsung Tunai melalui Dana Desa (BLT-DD) untuk yang pertama kalinya.

“Saya tidak pernah dapat bantuan, baru kemarin saya dapat uang sama beras, baru pertama dapat alhamdulillah bersyukur,” tuturnya.

Sementara itu, Sugiarto, Kasi Pemerintahan Desa Barongan mengatakan bahwa alasan Kusrin sulit untuk mendapatkan bantuan karena terkendala identitas, Kusrin sempat lama tak mengantongi KTP setempat, dia hanya memiliki identitas KTP lama yang sudah tak berlaku yakni warga Pati.

“Meski lahir diseni, pak Kusrin sempat merantau keluar kota dan hanya meiliki KTP lama. Kami sering mengusulkan, agar mendapatkan bantuan dari desa, PKH, BLT DD dan BPNT. Tetapi yang bersangkutan Bapak Kusrin ini terkendala identitas kependudukan, yakni KTP dan KK karena dia sempat menolak saat diupayakan oleh pemdes,” jelasnya.

Sugiarto menambahkan, bahwa pihak Pemdes sudah menilik kondisi Kusrin berkali-kali. Karena memprihatinkan, pihaknya membantu Kusrin untuk melakukan perekapan kependudukan.

“Bahkan segala cara kami upayakan tempuh agar pak Kusrin ini bisa dapat bantuan, misalnya melalui nama tetangganya, tapi urung. Kurang lebih tiga tahun lalu, pak Kusrin sudah saya ajak untuk ke Dinas Kependudukan dengan tujuan mendapatkan bukti identitas kependudukan,” ucapnya.

Namun, pada bulan Juni lalu, Kusrin akhirnya menyetujui dan membarui identitasnya.

“Bantuan untuk Kusrin baru saja tersalurkan pada bulan Oktober kemarin,” terangnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.