Dialog Kebudyaan : Akhwan Prihatin, Produk Budaya Digital Potensial Gerus Budaya Lokal

oleh -144 Dilihat
Akhwan saat jadi narasuber dialog Budaya Kesenian Wayang Kulit di Balai Desa Terban, Jekulo, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – DPRD Jawa Tengah kembali menginisiasi Dialog Kebudayaan di wilayah Kabupaten Kudus. Kali ini tentang kesenian Wayang Kulit di Kudus dengan menghadirkan narasumber anggota komisi C DPRD provinsi Jawa Tengah, dari Partai Nasdem Akhwan yang juga penggerak seni budaya di sebuah ormas terbesar di Kudus, Kepala Desa Terban Supeno dan dalang asal Kudus Ki Kasmin Jaya, Sabtu (07/08/2022).

Dari pantauan media ini, acara berlangsung semarak dengan hadirnya warga Desa Terban dan sekitarnya serta sejumlah UMKM kali lima yang ikut meramaikan acara dialog dengan puncak acara pagelaran pentas wayang kulit semalam suntuk bersama dalang Ki Kasmin.

Pada sesi dialog Akhwan menyampaikan kekhawatirannya akan pengaruh negatif budaya asing akibat era digitalisasi. Dominasi atas pengaruh budaya dari luar yang menginvasi pola pemikiran para belia.

“Contohnya Tik tok dan semacamnya berpotensi membawa pengaruh buruk. Jadi keprihatinan kami yang ada di lembaga DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan kemajuan di era digitalisasi itu budaya-budaya yang bukan asli atau budaya asing justru malah menggerus budaya lokal yang asli seperti wayang kulit,” tutur dia.

Dalam dialog malam itu Akhwan merasa bangga dan gembira melihat banyaknya anak-anak yang mau menyaksikan pagelaran wayang yang akan digelar usai sesi dialog malam itu.

“Saya senang anak-anak ada di tempat ini, agar mereka tidak melupakan akar budaya lokal yang asli dari bangsanya sendiri,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk tetap melestarikan dan menguri-uri budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah. Melalui penganggaran pentas kesenian seperti pementasan wayang kulit yang dilangsungkan malam.

“Bayangkan sejak era pandemi atau lebih dari dua tahun ini para pelaku budaya dan seniman ini praktis tak dapat bergerak. Bahkan nyaris tak ada alokasi anggaran buat kegiatan kebudayaan. Padahal mereka itu jumlahnya banyak,” kata pria berkumis tebal ini.

Lebih lanjut, Akhwan juga menyampaikan dengan adanya kesenian tradisional yang terancam hilang tergerus zaman, pihaknya mengajak para seniman dan masyarakat untuk bersama-sama melestarikan kembali budaya dan kesenian warisan leluhur agar tidak hilang atau dibajak negara lain.

“Kenapa UNESCO pada November 2003, menetapkan wayang kulit karya asli dari Indonesia. Karena negara lain sempat berkeinginan mengakui budaya tersebut,” tandasnya.

Terlebih, kata Akhwan, potensi budaya dan kesenian di Kabupaten Kudus itu sangat banyak sekali. Karena masing-masing desa dinilai memiliki kearifan lokalnya sendiri.

Akhwan Anggota DPRD Jawa Tengah Fraksi Nasdem (Foto: YM)

“Jadi yang ada di wilayah timur ini potensi seninya beda dengan yang ada di tengah maupun di barat ataupun selatan. Nah, di antaranya budaya terbang papat. Kemudian ada Kampung Budaya Piji Wetan yang mengangkat ajaran Sunan Muria, dan seterusnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, dengan sinergi yang baik antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, dan para pelaku seni dengan DPRD Provinsi Jateng kesenian dan kebudayaan lokal dan tradisional yang tergerus akibat gempuran modernisasi dapat dipertahankan.

“Karena tugas kami memberikan kesempatan pada pelaku seni dalam ini Ki Kasmin dan anggota. Dan mudah-mudahan apa yang diprogramkan DPRD Jateng dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya pelaku seni. Bagi masyarakat, semoga bisa terhibur dengan pertunjukan yang kami agendakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Terban Supeno yang juga pemerhati budaya dan kesenian menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPRD Jateng karena telah menganggarkan APBD Provinsi Jawa Tengah untuk keberlangsungan seni dan budaya.

“Sebab Jawa Tengah merupakan sejarah kesenian dan budaya. Karena itu, saya ucapkan terima kasih, atas terselenggaranya agenda Dialog Kebudayaan: Kesenian Wayang Kulit di Desa Terban,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.