Digugat, Konstruksi Pembangunan Hotel The Sato Diduga Sebabkan Kerusakan Rumah Warga

oleh -1.776 views

Kudus, isknews.com – Dampak atas pembangunan Hotel The Sato diduga menyebabkan kerusakan rumah warga di sekitarnya. Sejumlah pemilik rumahpun mengajukan gugatan tuntutan perbaikan.

Hotel Sato yang saat ini dibangun di lokasi Desa Kramat, Kecamatan Kota Kudus dituding sebagai pemicu kerusakan rumah milik tiga orang warga tetangganya yakni rumah Beni Gunawan (timur hotel), Beni Junaidi (utara hotel) dan Wiwik Kurniawan (utara hotel). Tiga rumah tersebut mengalami kerusakan sedang hingga parah.

Beni Gunawan, yang rumahnya mengaku menjadi korban mengatakan permasalahan ini bermula sejak tahun 2017. Tepatnya beberapa bulan pasca dimulainya proses pembangunan Hotel The Sato.

“Pembangunan Hotel The Sato dimulai tahun 2017 lalu. Setengah tahun setelah dimulainya pembangunan, rumah kami mulai mengalami kerusakan,” ujar Beni sebelum acara mediasi bersama dinas terkait di Aula DPMPTSP Kudus, Senin (15/02/2021).

Lebih spesifik, Beni menyebut atap rumahnya mengalami kerusakan akibat tertimpa material-material pembangunan Hotel The Sato. Seperti cor, kerikil hingga bambu.

“Selama pembangunan, atap rumah saya sering rusak akibat tertimpa material,” tegasnya.

Selain atap, Beni mengungkapkan lantai dan tembok rumahnya juga mengalami retak-retak akibat pembangunan Hotel The Sato.

Atas kejadian ini, Beni mengaku sudah sering melayangkan keluhan dan permohonan perbaikan pada pemilik hotel. Akan tetapi, peringatan tersebut tidak direspon dengan baik oleh pemilik hotel.

“Saya sudah sering peringatkan, namun tidak ada respon. Dulu saya minta agar saat membangun dipasang terpal, biar materialnya tidak menimpa rumah di sekitarnya. Realisasinya hanya di pasang jaring murah, sehingga material pembangunan masih menimpa atap,” jelasnya.

Setengah tahun setelah pembangunan efeknya sudah terasa lantai mulai pada retak.

“Lama kelamaan temboknya yang retak, hingga pintu garansi rumah juga tidak bisa dibuka dan mobil saya juga tidak bisa dikeluarkan,” katanya.

Sementara rumah yang berada di sebelah uatara berlantai dua nampak miring ke utara dindingnya pun terlihat retak. Sementara sebelah timur telihat sangat parah, bahkan dindingya pun di beri penyangga kayu agar tak roboh.

Nampak juga pada bagian pintu garasi depan juga nampak disangga dengan kayu balok besar.

David Widianto yang ditunjuk menjadi Konsultan Bangunan oleh para penggugat, menambahkan proses pembangunan Hotel The Sato tidak memenuhi SOP. Dari mulai izin HO, IMB hingga proses pembangunanya tidak memenuhi syarat.

“Bangunan hotel ini nempel ke rumah warga sekitarnya. Bahkan betonnya nempel dengan dinding tetangga. Ini kalau dibiarkan terus menerus bangunan tetangganya bisa tertarik dan rusak,” katanya.

Dalam pembangunan gedung, harusnya antar bangunan diberi celah atau dilatasi. Agar tidak merusak bagunan di sekitarnya.

“Intinya kami di sini, meminta hak perbaikan. Bangunan yang awalnya baik, harus balik baik,” tegasnya.

Terpisah, Kepala DPMPTSP Kudus Revli Subekti mengatakan pihaknya bersama Dinas PUPR Kudus diminta Pengadilan Negeri untuk memfasilitasi proses mediasi antar kedua belah pihak.

“Pertemuan hari ini belum ada titik temu antara kedua belah pihak. Mediasi kedua kami gelar lagi pada Rabu, 17 Maret 2021,“ tuturnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :