Disdukcapil Kudus Gagas Sistem Delivery Order Bagi Penghantaran Dokumen Kependudukan Warga

oleh -1,017 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus menggagas program layanan pengantaran atau delivery order untuk memudahkan masyarakat setempat mengurus administrasi kependudukan dan pencatatan tanpa harus mendatangi kantor Disdukcapil.

“Sebetulnya hal ini bukanlah sebuah gagasan baru, program layanan antar sudah kami lakukan pada program pembuatan akta kelahiran di rumah sakit digulirkan, dimana kami melakukan pengantaran dokumen kependudukan ini ke rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kudus, Hendro Martoyo di Kudus, Selasa (30/5/17).

Respons masyarakat, kata dia, cukup bagus karena setiap orangtua yang melakukan persalinan di rumah sakit memanfaatkan program tersebut, tanpa harus datang ke kantor. Disdukcapil Kudus juga menyiapkan petugas yang akan melayani pasien persalinan yang akan mengajukan pembuatan akta kelahiran dengan difasilitasi pihak rumah sakit.

Jumlah rumah sakit yang menjalin kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kudus, sebanyak sembilan rumah sakit dan 14 UPT Puskesmas di Kudus. Program tersebut, lanjut dia, dikembangkan lagi untuk masyarakat umum sehingga layanan delivery order tidak terbatas pada pasien persalinan di rumah sakit atau puskesmas.

Untuk mewujudkan program layanan pengantaran permohonan administrasi kependudukan yang jadi, Disdukcapil Kudus telah mengembangkan aplikasi layanan kependudukan berbasis android.

“Lewat aplikasi tersebut, masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan cukup melalui telefon genggam tanpa datang ke kantor,” ujarnya.

Tahap awal, katanya, masyarakat bisa mengunduh aplikasi tersebut di google playstore, kemudian diinstal di telefon pintar (smartphone). Selanjutnya, kata dia, masyarakat harus login dengan nomor induk kependudukan serta nomor telefon yang bisa dihubungi.

Nomor telefon tersebut, lanjutnya, untuk menyampaikan balasan atas permohonan pelayanan dari masyarakat, apakah persyaratan yang disebutkan masih kurang atau sudah lengkap.

“Persyaratan yang dibutuhkan cukup difoto, kemudian dikirim via aplikasi tersebut,” ujarnya.

Apabila permohonan administrasi kependudukan yang diminta selesai diproses, Disdukcapil Kudus akan mengirimkannya kepada pemohon sesuai alamat rumah yang disampaikan kepada petugas.

Dalam mengantarkan permohonan administrasi kependudukan yang jadi tersebut, Disdukcapil Kudus juga akan bekerja sama dengan pemerintah desa karena lebih paham dengan alamat rumah warganya. Pemohon administrasi kependudukan, katanya, diminta menyiapkan berkas persyaratan yang dibutuhkan sebelumnya untuk diminta petugas yang mendatangi rumah pemohon.

Ia berharap, terobosan baru tersebut juga bisa menghindari pungutan liar (pungli), karena masyarakat bisa mengurusnya sendiri tanpa melalui perantara serta meminimalkan tata muka secara langsung dengan petugas. Program layanan pesan antar tersebut, ditargetkan bisa dimulai tahun ini karena anggaran pendukungnya akan diajukan pada APBD Perubahan 2017. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :