Ditabrak Kapal Tongkang, Karang di Karimunjawa Rusak Lagi

oleh -1,152 kali dibaca
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa kini rusak lagi lantaran ditabrak kapal tongkang, akhir Agustus lalu. Ini merupakan kali ketiga dalam tahun ini terjadi kerusakan terumbu karang di wilayah terluar Jepara itu. Kejadian terakhir itu terjadi perairan Dukuh Telaga, Desa Kemujan-Karimunjawa.
 
Agus Prabowo Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa mengatakan, kerusakan karang di kepulauan Karimunjawa karena ditabrak kapal tongkang, bukan kali pertama terjadi, menurut catatan Balai Taman Nasional Karimunjawa, tahun ini tercatat tiga kali kapal tongkang yang bersandar di perairan tersebut merusak ekosistem laut pulau tropis itu. “Yang terbaru itu ketika sebuah kapal tongkang bermuatan alat berat, bersandar berlindung dari cuaca buruk yang mengakibatkan karang rusak,” katanya, Kamis (7/9/2017).
 
Untuk kasus pertama dan kedua diakibatkan oleh tongkang yang memuat batubara, sementara kasus ini mengangkut crane mau di bawa ke Pare-pare. Namun berlindung di Karimunjawa. Saat peristiwa pertama dan kedua awal tahun ini, luas kerusakan karang yang ada di Pulau Cilik adalah 272,36 meter persegi. Sementara di Pulau Tengah, terdapat kerusakan seluas 1.102,35 meter persegi.
 
Agus menambahkan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dirinya langsung mengecek ke lapangan dan kemudian melaporkannya ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Agus mengungkapkan, minggu depan dijadwalkan tim dari kementrian akan turun ke Karimunjawa untuk menentukan titik karang yang rusak serta luasan yang rusak. 
 
Dirinya mengatakan, lokasi kerusakan berada di Zona Tradisional Perikanan. Hal ini berbeda dengan lokasi pertama dan kedua karang rusak yang merupakan tempat pariwisata. Akan tetapi mereka yang merusak harus tetap bertanggungjawab karena wilayah tersebut termasuk dalam Balai Taman Nasional Karimunjawa.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, tindak lanjut kerusakan karang ini sudah ada, namun belum ada realisasi penggantian karang, hal itu karena masih berproses di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Untuk mencegah kejadian berulang lagi, dirinya mengatakan akan meningkatkan koordinasi antar pihak terkait seperti Syahbandar, pihak navigasi, Pol Airud dan pemerintah desa setempat. “Koordinasi penting agar kedepan kejadian serupa tidak terulang lagi,”tandasnya. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.