Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Seperti halnya di beberapa daerah lain, keberadaan elpiji 3 kg di Jepara dalam beberapa waktu belakangan ini cukup sulit didapat. Kelangkaan ini memicu kenaikan harga di tingkat pengecer sehingga konsumen merasa terbebani dengan kenaikan dan kelangkaan gas elpiji bersubsidi ini.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Adhi Nugroho mengatakan, terkait dengan persoalan ini, pihaknya sudah melakukan rapat dengan Pertamina, agen dan pihak-pihak terkait. “Untuk mengatasi kelangkaan ini kita sudah mengajukan tambahan kuota tabung elpiji 3 kg dan sudah diberikan tambahan,” katanya, Rabu (13/9/2017).

Tambahan yang diberikan oleh Pertamina ini, kata Adhi, sekitar 20 ribu tabung. Pihaknya juga sudah menggelar operasi pasar di lima titik untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji melon ini. Lima lokasi ini yakni di Desa Jambu Kecamatan Mlonggo pada Senin (11/9/2017), Desa Troso Kecamatan Pecangaan pada Selasa (12/9/2017), Desa Kedungcino, Rabu (13/9/2017), Desa Damarwulan pada Kamis (14/9/2017) dan pada Jumat (15/9/2017) mendatang di Desa Mayong Lor. “Untuk setiap titik, kita sediakan sekitar 520 tabung. Total tabung yang disebar untuk operasi pasar ini ada sekitar 2600 tabung,”imbuhnya.
Lebih lanjut Adhi menyebut hingga kini belum tahu penyebab pasti kelangkaan elpiji 3 kg ini. Akan tetapi, menurutnya, hal ini dipicu oleh kepanikan dari masyarakat sendiri. Menurutnya, memang ada kenaikan konsumsi dari masyarakat dan masyarakat panik dengan membeli melebihi kebutuhan yang ada. “Masyarakat panik dan mborong elpiji ini sehingga dipasaran menjadi langka. Banyak yang elpijinya belum habis namun sudah membeli kembali untuk stok karena panik,” jelasnya.
Di Jepara sendiri, kata Adhi, tahun ini mendapatkan kuota elpiji 3 kg sebanyak 8, 2 juta tabung. Untuk setiap bulannya, konsumsi elpiji sekitar 600 ribu tabung. Berdasarkan data yang ada, konsumsi terbanyak sejauh ini ada di bulan Agustus. Sampai sejauh ini dari sekitar 8,2 juta tabung, masih tersisa sekitar 2,7 tabung gas elpiji. “Tiap bulannya konsumsinya sekitar 600 ribu dan sisa kuota masih ada sekitar 2,7 juta,” ujarnya.
Terkait dengan harga, lanjut Adhi, di Jepara harga gas elpiji berkisar Rp. 17-20 ribu. Harga ini, diakuinya memang masih diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan. Akan tetapi, hal ini lantaran rantai distribusi yang sangat panjang. “Harganya memang berkisar antara 17 ribu hingga 20 ribu,” tandasnya. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :










