Halal Bihalal UMKU Momentum Jaga Spirit Kebersihan Hati

oleh -146 Dilihat
Suasana halal bihalal keluarga besar UMKU yang digelar di auditorium kampus (Foto: istimewa/humas)

Kudus, isknews.com – Dalam rangka menjaga tali silaturahmi, Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar Halal bihalal atau Syawalan yang juga dihadiri oleh pengurus Badan Pelaksana Harian (BPH), segenap dosen dan karyawan beserta keluarga yang digelar Auditorium kampus, Minggu (15/05/2022).

Menurut Rektor UMKU Rusnoto, SKM., M.Kes (Epid) dalam sambutannya mengatakan, Bulan Syawal merupakan momentum kembali kepada kesucian.

“Satu bulan penuh kita berlatih kejujuran kepada Allah, melaksanakan puasa dengan sejujurnya, melawan hawa nafsu meraih derajat taqwa. Kini saatnya memulai dengan start yang bagus,” kata Rektor.

Dikatakannya, pandemi yang melandai dan mendekati endemi menjadikan kita lebih semangat lagi karena setiap rintangan besar mampu kita lalui.

“Bersama dalam satu kekuatan Muhammadiyah, Halal bi Halal UMKU kita jadikan momentum untuk menjaga spirit kebersihan hati termasuk spirit untuk turut serta melawan pandemi. Dengan semangat ini mari kita sukseskan tugas-tugas yang ada di depan mata” imbuhnya.

Ditempat yang sama ketua BPH UMKU, Drs H Sajad Abdi, M.Pd juga menyampaikan terimkasih kepada segenap dosen dan pegawai UMKU atas dedikasinya turut serta membangun UMKU.

“Saling memaafkan dan menjaga kekompakan didalam keluarga besar UMKU sangat penting untuk menjaga silaturahmi warga kampus,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWM Jateng Dr. Drs H Rozian Anwar, S.Ag., M.Ag yang hadir sebagai pembicara memberikan materi yang penuh hikmah.

Rektor UMKU Rusnoto, SKM., M.Kes (Epid) saat berikan sambutan Halal bihalal (Foto: istimewa/humas)

Rozian yang juga sebagai wakil BPH UMKU menuturkan pentingnya menjaga kebersihan hati selepas Ramadhan.

Menurutnya terdapat 4 strategi dalam menjaga kesucian hati agar tidak terkontamnasi hal-hal negatif.

Pertama, membahagiakan orang lain, memaafkan, tidak memendam rasa iri dan gemar bersedekah” kata dia.

Dirincinya, membahagiakan orang lain, keluarga, saudara, termasuk kampus UMKU dengan torehan kerja professional dan tinta prestasi. Lalu mudah memafkan.

“Konsep dalam Al Qur’an surat Al A’rof ayat 199 adalah memberi maaf, ini nilainya lebih tinggi dari meminta maaf,” jelasnya.

Sebab kata dia, memberikan maaf terlebih dahulu merupakan perbuatan yang teramat terpuji. Diikuti dengan sikap untuk tidak memendam rasa iri dan dendam terhadap orang lain. Serta gemar bersedekah.

“Agama kita mengajarkan orang yang terpelihara jiwanya adalah orang yang gemar bersedekah. ,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.