Hingga Triwulan ke 3 Realisasi Proyek Fisik Masih di Angka 25 Persen

oleh

Kudus, isknews.com – Hingga triwulan ke 3 tahun 2019, pembangunan fisik di Kabupaten Kudus masih berkutat tak lebih dari angka 25 persen. Diyah Winarni Kassubag Perencanaan Evaluasi Pelaporan (PEP) dan Keuangan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus menyatakan hingga saat ini realisasi pembangunan fisik masih tertahan di angka 25 persen.

Hal itu menurutnya, disebabkan sejumlah persoalan yang lazim ada setiap tahunnya. Diyah menyebutkan, persoalan-persoalan yang membuat tersendatnya pengerjaan proyek tersebut antara lain gagal lelang, perubahan lelang, atau lelang ulang. Hal inilah yang menyebabkan realisasi pembangunan di Kudus yang telah berjalan cukup lamban.

TRENDING :  Begini Janji DPRD Pati Bangun Jembatan Puncel

”Karena memang prosesnya panjang. Hingga kini kami baru mencairkan uang muka sekitar 30 persen. Jadi kalau 100 persen itu musti nunggu pengerjaan selesai 100 persen,” ungkap Diyah (28/09/2019).

Sebuah proyek Infrastruktur di Kabupaten Kudus yang sdang dalam penyelesaian (Foto: YM)

Perubahan itu, lanjut Diyah, antara lain yakni terdadi pad proyek-proyek seperti jembatan dan jalan. Pihaknya menyebutkan, khusus jalan, tahun ini terjadi perubahan jalan sebanyak 34 paket. Perubahan tersebut rata-rata terjadi di pertengahan tahun ini.

TRENDING :  Jalan Rusak di Nalumsari Ancam Pengguna Jalan

Salah satu jalan yang termasuk dalam perubahan tersebut yakni di Jl Raden Asnawi hingga depan Terminal Bakalan Krapyak. Jalan tersebut bakal dilapisi aspal jenis hotmix atau aspal beton. Rencananya, proyek tersebut bakal dikerjakan pada pekan kedua bulan Oktober Mendatang.

”Biasanya pengerjaannya tidak memakan waktu lama. Kemungkinan maksimal dua pekan sudah selesai,” terangnya.

TRENDING :  Tiga Kali Ditolak Pemprov, Jembatan Karang Sambung Diusulkan Kembali Pembangunanya

Terkait dengan realita pembangunan tersebut, pihaknya berharap tidak ada perubahan-perubahan lagi. Baik dalam anggaran atau bentuk apapun. Sebab, mengingat waktu yang tinggal tiga bulan lagi, perubahan tersebut hanya akan menambah beban Pemerintah Kabupaten Kudus dan Dinas PUPR sebagai pelaksana proyek.

”semoga tidak ada perubahan-perubahan lagi. Proyek yang sudah ada tinggal kita jalankan dengan memaksimalkan waktu yang ada,” imbuhnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :