Kudus, isknews.com – Pembangunan drainase di sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Kudus telah menjadikan sejumlah ruas jalan terimbas dampaknya. Sehingga sejumlah kawasan itu tampak mengalami ketersendatan arus lalu-lintas akibat tumpukan material dan aktifitas para pekerja proyek tersebut.
Namun kegiatan ini terus di diintensifkan mengingat musim penghujan yang diperdiksi akan dimulai pada bulan November mendatang. Sehingga pekerjaan pembangunan drainase di Kabupaten Kudus terus di kabut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Sam’ani Intakhoris dalam inspeksi yang dilakukan bersama kepala bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo mengatakan, drainase memiliki peran penting dalam mereduksi air hujan yang menggenangi ruas-ruas jalan dan berpotensi menimbulkan banjir.

“Bila musim kemaraunya panjang, maka nanti diperkirakan musim penghujannya juga akan panjang, sehingga ini perlu sebagai antisipasi luapan yang ditimbulkan oleh air hujan,” katanya.
Dia mentargetkan pembangunan drainase di Kudus bisa diselesaikan sebelum tanggal 20 Desember 2019. “Untuk itu saya himbau kepada rekan-rekan di Dinas Pekerjaan Umum dan Panataan Ruang (PUPR) utamanya bidang Tata Bangunan dan Drainase untuk segera dipercepat proses penyelesaiannya,” ujarnya saat meninjau dua ruas drainase di lokasi proyek jalan Menur Kramat Kudus, Rabu (30/10/2019).
Terlebih sejumlah proyek pembangunan drainase dilakukan di jalan-jalan dengan intensitas lalu lintas yang cukup padat. Seperti Jalan Pemuda, Jalan Menur dan Jalan Krasak Pandean.
Sam’ani berharap agar masyarakat bisa kooperatif dan membantu percepatan pembangunan drainase di Kudus. “Kami harap masyarakat dapat memahami dengan adanya kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara Harry Wibowo, menambahkan tahun ini pihaknya mengerjakan 61 proyek drainase dengan total anggaran Rp. 3,5 miliar. Dan kini progres pengerjaannya telah mencapai 50 persen.
Lambannya penggerjaan drainase di Kudus, terjadi karena beberapa proyek terpaksa mengalami lelang ulang. Meski begitu, pihaknya optimis semua pekerjaan akan selesai sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan.
Melalui pembangunan drainase ini, Harry mengklaim dapat mereduksi genangan air hujan hingga 60 persen. Selain itu, pembangunan drainase ini juga dilengkapi dengan sumur resapan (yang dipasang per 6 meter -red). Dengan fungsi sebagai lahan resapan air dan mengisi cadangan air bawah tanah. (YM/YM)










