Jembatan Apung Penghubung Desa Setrokalangan dan Kedungwaru Lor Hampir Rampung

oleh -356 Dilihat
Sedang dibangun : Proses pembuatan jembatan apung yang menghubungkan dua Desa di dua Kabupaten yakni Kedung Waru Lor Kecamatan Karanganyar demak dan Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Jembatan apung yang melintang diatas sungai Wulan penghubung dua Kabupaten yakni Demak dan Kudus kini sedang dirampungkan penggarapannya oleh pihak investor dan pengerjaannya kini hampir mendekati rampung.

Jembatan yang menghubungkan Desa Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar, Demak dan Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus ini dikerjakan oleh seorang investor dari luar daerah yakni Brebes.

Menurut Kepala Desa Setrokalangan Didik Handono, proyek ini dikerjakan oleh seorang investor yang sudah seringkali membangun jembatan semi permanen seperti ini disejumlah wilayah di Pulau Jawa.

“Beliau menyaksikan tayangan televisi tentang kondisi jembatan tersebut, lalu merasa tergerak untuk membantu masyarakat diwilayah ini dengan membangunkan jembatan apung yang terbuat dari kayu dan bantalan drum dibawahnya,” kata Didik Handono, Senin (28/11/2022).

Sebelum dibangunkan jembatan, masyarakat melintasi sungai tersebut dengan jembatan bambu yang berukuran kecil atau bila debit air tinggi hingga jembatan bambu terendam air, warga memanfaatkan jasa perahu yang dikelola oleh warga setempat.

“Menurut investor ini adalah jembatan ke 17 yang dia bangun, termasuk jembatan yang melintas di sunga brantas di sebuah kota Jawa Timur,” kata Kepala Desa.

Dijelaskannya, nantinya setiap kendaraan motor yang melintas akan dikenai tarif Rp. 2000,- sama seperti naik perahu.

“Hanya saja intensitas kendaraan pengguna jembatan ini dipastikan akan bertambah, seiring dengan kemudahan akses jembatan apung yang kini sedang dibangun,” ujar Didik.

Didik optimis dengan selesainya jembatan apung tersebut akan menambah nilai ekonomis bagi warga dan desanya, mengingat jalur tersebut akan menjadi lintasan ekonomi warga, serta para pekerja pabrik rokok dan anak-anak sekolah yang akan banyak memanfaatkan jembatan tersebut.

Jembatan Apung dari view tengah Desa Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus (Foto: YM)

“Jembatan ini belum bisa dilalui mobil, karena struktur peruntukannya memang maksimal untuk beban sepeda motor,” terangnya.

Sementara itu dari pantauan dilokasi, terlihat jembatan yang membentang dari tepian sungai Desa Kedungwaru Lor, saat ini posisi pemasangan bilah-bilah landasan papan kayu itu memang belum mencapai daratan wilayah Desa Setrokalangan. hanya kurang sekitar 5 meter lagi mencapai pinggiran.

Struktur jembatan terbuat dari kayu dengan bantalan lantai juga dari kayu yang diapungkan diatas puluhan drum-drum berwarna biru, sementara dari sisi kanan dan kiri jembatan dikatkan bentangan tali-tali besar yang akan berfungsi menahan jembatan dari arus air sungai wulan yang pada saat pantauan awak media, debit air sedang tinggi.

Dari info yang diperoleh beberapa sumber, investor adalah seorang warga Brebes pemilik CV Trisula Japung dari Bumiayu Brebes. Terhitung sudah sekitar dua pekan ini proses pembuatan jembatan apung dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 2,5 meter berlangsung.

Seorang pria yang mengaku sedang menyaksikan pembuatan jembatan tersebut mengatakan, bahwa dia mendengar investor akan membangunkan pula jalan cor beton sebelum dan sesudah lintasan jembatan hingga menuju arah jalan Desa.

“Barangkali untuk jembatan saja nilainya sekitar Rp 200 juta, sementara untuk jalan tambahannya juga kurang lebih nilainya sama,” kata pria tersebut. (YM/YM)


KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.