Jepara Berhasil Tekan Angka Kematian Ibu

oleh -1,799 kali dibaca

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Kasus ibu melahirkan dengan resiko tinggi di Kabupaten Jepara semakin berkurang dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini.
Pada tahun 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) di Jepara sebanyak 14 orang. Dengan jumlah tersebut, maka menempatkan posisi Kabupaten Jepara menjadi urutan ketiga  dengan jumlah kematian terendah di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Dengan demikian, diharapkan jumlah kematian semakin berkurang dan tidak terjadi  lagi kematian ibu dalam waktu 3 bulan mendatang ini serta di waktu yang akan datang,” kata Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Jepara Dwi Susilowati, Sabtu (7/10/2017).

Padahal sebanyak 20 persen ibu hamil di Jepara masuk kategori rentan. Tiap tahun dari jumlah penduduk Kabupaten Jepara sekitar 1,2 juta jiwa, ada 24 ribu ibu yang hamil. Artinya tiap tahun ada sekitar 4800 ibu hamil di Jepara yang rentan.

“Meski demikian dari tahun ke tahun,  kami berhasil menekan AKI di Jepara. Padahal dulu Kabupaten Jepara tergolong masuk Kabupaten yang AKI nya cukup tinggi,” katanya.

Menurut data di Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara,  jumlah AKI dari 24 kasus pada 2011 terus menurun menjadi 21 kasus pada 2012, 26 (2013), 19 (2014), menjadi 11 pada 2015 dan 14 kasus tahun lalu. Sementara itu pada tahun 2017 hingga bulan Oktober, telah terjadi 9 kematian ibu di Kabupaten Jepara. Sehingga saat ini Jepara termasuk yang terendah se Propinsi Jawa Tengah,” bebernya.

Lepasnya Jepara di peringkat 10 besar se Jawa Tengah sejak 2014 itu, menurutnya, tak lepas dari kebijakan Pemkab Jepara serta peran petugas medis, khususnya para bidan. Dukungan fasilitas, kebijakan diimbangi kesadaran bidan akan tugasnya. Kebijakan yang dimaksud salah satunya adanya Perda Nomor 25 tahun 2011 tentang Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, Bayi dan Anak Balita (Kibbla). “Perda itu mengatur hak-hak ibu hamil serta kewajiban petugas medis dalam penanganan saat melahirkan,” jelasnya. *(ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.