Lagi Mobil Ditarik Paksa Pihak Leasing, Warga Kudus Gugat PT Rajawali di PN

oleh -2.740 kali dibaca
Muhammad Assiry dan pengacaranya Kusnan Cindhunata yang menggugat PT Rajawali akibat menarik paksa mobil yang dikreditnya (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Lagi kasus perkara penarikan paksa kendaraan milik warga Kudus oleh perusahaan pembeayaan dipermasalahkan oleh nasabahnya. Kali ini menimpa Muhammad Assiry (43) warga Desa Undaan Lor yang proses hukumnya kini tengah berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Kudus.

Asiri melalui kuasa hukumnya mengguggat sejumlah pihak atas ditarik paksanya mobil Toyota Yaris miliknya, karena merasa mobilnya dirampas paksa oleh debt collector. Gugatan ini dilayangkan kepada perusahaan jasa penarikan kendaraan PT. Rajawali Dame Perkasa atas kuasa rekanannya yakni PT. BCA Finance.

Kuasa Hukum Penggugat Kusnan Cindhunata mengatakan, kliennya memang memiliki tunggakan cicilan mobil selama satu tahun. Namun, selama ini kliennya tersebut tidak menerima konfirmasi atau peringatan dari pihak kantor leasing yakni BCA Finance. Akan tetapi, mobil tersebut langsung diambil secara paksa saat sedang digunakan.

“Hari ini merupakan sidang pemanggilan pertama dengan agenda mediasi antara pihak kami dan kuasa hukumPT Rajawali,” ujarnya, Rabu (08/12/2021).

Kusnan menceritakan, pengambilan mobil itu terjadi pada tanggal 29 September lalu. Saat itu, penggugat sedang berkendara bersama keluarganya di Jalan Tol Kaligawe Semarang. Kemudian, mobil penggugat dihadang oleh beberapa orang dengan menggunakan tiga mobil.

“Awalnya ditanya STNK dulu, lalu diajak ke kantor BCA Finance Semarang. Sampai disana, klien saya diajak masuk ke ruangan untuk ditunjukan surat kuasa terkait penarikan mobilnya,” jelas dia.

Pihak penggugat kemudian tidak mau menyerahkan mobil tersebut. Hal ini karena pihak penggugat merasa tidak ada konfirmasi terlebih dahulu terkait penarikan mobil.

“Padahal harusnya ada konfirmasi atau peringatan dahulu. Karena itu syarat formil nya yang jadi acuan penarikan,” ujarnya.

Namun, BCA Finance bersama Rajawali Dame Perkasa tetap melakukan penarikan paksa. Mobil yang masih menunggak cicilan tersebut kemudian diderek dan dibawa ke Polrestabes Semarang tanpa ada konfirmasi kepada penggugat.

“Kalau seperti ini kan namanya pengambilan paksa dan melanggar hukum. Perbuatan tersebut telah melanggar putusan MK Nomor 18 Tahun 2020. Dalam hal ini kami mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum,” ungkapnya.

Atas dasar perbuatan tersebut, pihak penggugat pun melayangkan gugatan ini ke PN Kudus. Pihaknya pun menuntut tergugat membayar secara tanggung renteng kerugian imateriil yang dialami penggugat sebesar Rp 1, 25 miliar.

“Kami juga meminta pihak tergugat untuk patuh terhadap hukum yang berlaku,” tukasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, kuasa hukum PT Rajawali Dame Perkasa, selaku pihak yang melaksanakan eksekusi penarikan mobil milik Assiry mengatakan, pihaknya sudah melalui sejumlah prosedur yang dinilainya benar.

“Kami melakukannya dengan sangat persuasif, kami minta yang bersangkutan untuk hadir membicarakan permasalahannya di Kantor BCA Finance,. Jadi sudah sesuai Prokap Polri,” kata Marpaung.saat ditemui di ruang tunggu lobi PN Kudus.

Perusahaannya adalah legal dan telah memiliki sertifikat penarikan. Soal dugaan penghadangan dan penarikan paksa pihaknya menampik hal tersebut. Ia menyebut penarikan sudah sesuai aturan yang berlaku. Penarikan mobil tersebut, sambung dia, bukan dengan tindakan penghadangan, melainkan tindakan presuasif.

“Saya kira bukan penghadangan, tapi itu tindakan presuasif kami. Kami temui secara presuasif dan kami arahkan ke kantor BCA Finance,” ucapnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.