Kudus, isknews.com – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) bersama Fatayat PCNU Kudus kembali menyelenggarakan Madrasah Kader Pertanian Batch 2 dengan fokus pelatihan “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Padat dan Cair dengan Menggunakan KOMPOSBAG dan Dekomposer”. Program ini digelar sebagai upaya mendorong kader NU memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Kegiatan tersebut menghadirkan tamu kehormatan, M. Ansar, penggagas Biosaka dan N LEVEL 1 yang berbagi pengalaman mengenai inovasi pertanian organik. Ia menjelaskan bahwa Biosaka hadir sebagai solusi ramah lingkungan yang membantu petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung pembuatan pupuk organik padat dan cair menggunakan KOMPOSBAG serta Dekomposer. Antusiasme terlihat ketika peserta mencoba memproses limbah rumah tangga menjadi pupuk organik siap pakai.
“Madrasah Kader Pertanian ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk organik berkualitas,” ujar Ketua LPPNU Kudus, H. Ahmad Amin Mustafid.
M. Ansar turut mengapresiasi langkah LPPNU Kudus yang konsisten menggerakkan pertanian organik. “Program LPPNU Kudus ini sangat layak untuk disupport. Ini contoh nyata kontribusi organisasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan pemanfaatan sumber daya alam,” ungkapnya.
Dukungan juga disampaikan oleh H. Ahwan Sukandar SH. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas kesediaan M. Ansar hadir di Kudus.
“Matur nuwun sanget Pak Ansar, pembicara nasional di bidang pertanian yang super sibuk, tetapi masih menyempatkan hadir untuk memberi motivasi dan inspirasi. Kami sangat berterima kasih atas ilmu dan pengalaman yang dibagikan,” tuturnya.
Pelatihan ini pun mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu peserta mengaku mendapatkan banyak ilmu praktis yang bisa langsung dipraktikkan di rumah. Bu Ima, peserta terbaik batch 1 dari PAC Kaliwungu, juga menyampaikan kesan mendalam.
“Saya dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Ilmu ini sangat bermanfaat, dan akan saya bagikan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan semakin meriah dengan pemberian hadiah bagi sahabat Fatayat yang telah dikunjungi pascapelatihan batch 1. Selain itu, acara juga dirangkaikan dengan Launching POC Green Flag oleh H. Ahwan Sukandar SH di Joglo Sahabat Akhwan, Golan Tepus, Mejobo, Kudus.
“Dengan adanya Madrasah Kader Pertanian Batch 2 ini, kami berharap kapasitas kader semakin kuat dalam mengembangkan pertanian organik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tutur H. Ahwan Sukandar SH. (AS/YM)








