Menghafal Al-Qur’an Adalah Perjalanan Panjang, Santri Diminta Terus Nderes

oleh -172 Dilihat
Para santriwati Pondok Tahfidh Putri YQ 2 Muria dengan wajah penuh haru, menatap masa depan sebagai penjaga Kalam Ilahi. (Foto: ist)

Kudus, isknews.com – Haflatul Hidzaq ke-4 yang digelar di Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus, Kamis (13/6/2025), berlangsung penuh haru dan makna. Acara yang menjadi momen apresiasi bagi para santri penghafal Al-Qur’an ini menghadirkan ulama nasional, Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad, M.A., yang memberikan tausiyah menyentuh hati.

Dalam ceramahnya, K.H. Ahsin Sakho menekankan bahwa proses menghafal Al-Qur’an bukan sekadar soal kecerdasan atau kemampuan mengingat, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang panjang dan penuh tantangan. “Setiap huruf yang kalian hafalkan adalah hasil dari kesabaran dan pengorbanan. Jangan pernah anggap remeh satu ayat pun, karena itu semua akan menjadi cahaya di kehidupan dunia dan akhirat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan belum usai meski seorang santri telah menyelesaikan hafalan 30 juz. Justru ujian sesungguhnya datang saat hafalan itu harus dijaga. “Hafalan bisa hilang jika tidak terus diulang. Maka saya pesan, jangan pernah berhenti nderes. Hafalan yang tidak dijaga akan seperti air yang mengalir, tak akan tertinggal sedikit pun,” ujar ulama yang juga dikenal sebagai ahli qira’at tersebut.

K.H. Ahsin juga menyampaikan perumpamaan menarik. Menurutnya, menjaga hafalan Al-Qur’an itu ibarat merawat tanaman. “Kalau tidak disiram dan dirawat setiap hari, tanaman itu akan layu bahkan mati. Begitu pula hafalan. Ia butuh perawatan rutin, bukan hanya semangat saat awal saja,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan kepada para santri untuk selalu bersyukur kepada orang tua dan para guru. Sebab, di balik keberhasilan mereka dalam menghafal Al-Qur’an, ada doa dan bimbingan yang tidak pernah putus. “Jangan lupakan jasa orang tua dan ustadz-ustadzah kalian. Mereka adalah perantara kalian bisa menjadi bagian dari Ahlul Qur’an,” katanya.

Acara Haflatul Hidzaq ke-4 ini tak hanya diisi dengan prosesi khidmat dan tausiyah, tetapi juga penampilan tilawah dan hafalan oleh para santri. Para tamu undangan, wali santri, dan pengajar turut larut dalam suasana syukur dan kebanggaan atas capaian generasi muda yang terus mencintai Al-Qur’an.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pondok Tahfidh Putri YQ 2 Muria berharap dapat terus memotivasi santri untuk tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya sebagai panduan hidup. Karena sejatinya, menghafal Al-Qur’an adalah awal dari perjalanan yang lebih besar: menjaga, memahami, dan mengamalkannya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :