Musthofa Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bagi Tokoh Agama dan Masyarakat di Kudus

oleh -960 kali dibaca
Anggota MPR RI Musthofa saat melaksanakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan dihadapan para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kudus (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Sejumlah perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Kudus memperoleh sosialisasi tentang pentingnya pemahaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama implementasi dari Pancasila di masyarakat, dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar yang digelar oleh anggota MPR RI Dr. H. Musthofa, S.E, M.M di Rumah Aspirasi Desa Loram Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, Rabu (19/05/2021).

Pada sosialisasi yang diikuti oleh sebanyak 113 Peserta tersebut, pada intinya HM Musthofa mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat memahami realita tentang Indonesia, baik ideologi, dasar negara, konstitusi, maupun semboyannya.

“Diharapkan melalui pemahaman yang baik terhadap Empat Pilar, maka para tokoh ini lebih bisa berperan dalam ikut menjaga Indonesia agar tak keluar dari cita-cita Indonesia Merdeka, dan karenanya ikut berperan aktif untuk membangun dan memajukan Indonesia baik umat dan bangsa,” ujar Musthofa.

Menurut Musthofa yang juga anggota fraksi PDIP ini Pancasila adalah ideologi negara sumber dari sumber hukum yang ada di republik indonesia pancasila sebagai pandangan hidup dalam berprilaku baik penyelenggara Negara maupun rakyat.

“Negara kesatuan Republik Indonesia Pancasila sebagai pemersatu bangsa bukan untuk memecah belah kehidupan rakyat didalam tubuh pancasila terdapat agama dan kebangsaan yang merupakan satu kesatuan rakyat pancasila diwajibkan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan yang dianutnya. Orang yang berpancasila menghormati kemanusiaan, negara telah bersumpah melalui undang undang dasar untuk melindungi segenap bangsa indonesia yang diaplikasikan dalam kehidupan senasib sepenanggungan berlaku adil dan bersatu sesuai pancasila dan UUD 1945,” tuturnya.

NKRI dan Pancasila adalah jalan tengah yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa, negara adalah milik bersama namun setiap tindakan kita telah diatur dan jangan memaksakan kehendak dengan melanggar konstitusi yang sudah ditetapkan dan disepakati, berbeda beda namun tetap satu tujuan maksudnya agar rakyat jadikan perbedaan sebagai keberagaman dan kebersamaan maka tidak salah para pendiri bangsa menjadikan demokrasi pancasila sebagai landasan hukum ketatanegaraan kita dengan memposisikan kekuatan dan kedaulatan bangsa ada di tangan rakyat.

“Kami berharap banyak kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat agar rakyat bisa maju, makmur dan sejahtera,” tandas Musthofa. (YM/YM)


KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.