Musthofa: Toma dan Toga Kunci Penggerak Informasi Pemahaman Nilai Luhur Bangsa

oleh -291 kali dibaca
Anggota MPR RI Dr H Musthofa saat memberikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan kepada para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama (Toma dan Toga) di Kabupaten Kudus peroleh paparan kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar oleh Anggota MPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dr HM Musthofa di Aula Balai Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (27/04/2023).

Sosialisasi 4 Pilar ini juga dilaksanakan oleh seluruh anggota MPR, dengan maksud dan tujuan adanya tanggung jawab bersama dalam memberikan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa dan Ketetapan MPR kepada masyarakat.

“Sebagai wujud dari tanggung jawab kami, maka setiap anggota MPR mendapat tugas untuk melakukan sosialisasi Putusan MPR didaerah pemilihannya (DAPIL). Karena memahami Pancasila tidak hanya sekedar sila-silanya saja, tapi juga sejarahnya yang diamanahkan oleh pendiri bangsa terdahulu,” kata Musthofa.

Menurutnya tokoh masyarakat, tokoh agama merupakan salah satu kunci penggerak informasi yang digugu dan ditiru layaknya guru di sekolah-sekolah formal, sehingga tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh Agama lah yang saat ini menjadi suri tauladan di lingkungannya.

“Di era digital seperti sekarang ini, tantangan yang kita hadapi saat ini tidak lagi satu arah, melainkan banyak arah termasuk melalui media sosial karenanya hal itu harus segera diimbangi dengan berbagai pendidikan karakter dan saya berharap bimbingan kita mulai dari tataran tingkat keluarga sendiri dalam mengawasi putra putri kita pada saat memanfaatkan Medsos dengan benar dan memberikan pemahaman agar putra-putri kita tidak menjadi konsumen dan produsen berita berita hoax, apalagi ujaran kebencian dan perilaku perilaku dan ujaran yang mengarahkan kepada budaya intoleransi,” tuturnya.

Saat ini kata dia, banyak sekali pidato atau ceramah sang tokoh yang bisa dengan mudah di rekam dan di edit untuk dipotong-potong sesuai keinginannya dan secara masif bisa disebar luaskan kepada masyarakat luas, dan akhirnya menjadikan berita sesat.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang plural dan beraneka ragam seperti Indonesia, peranan tokoh masyarakat, tokoh Agama sangat strategis. Hal ini karena bisa menjadi kekuatan perekat bangsa. Sehingga tokoh masyarakat bisa bersinergi dengan pemerintah baik pusat dan daerah, menjalin kerjasama yang produktif apalagi di masa pemulihan ekonomi nasional yang mana apa-apa serba mahal,” terang anggota DPR komisi 11 ini.

“Kecanggihan teknologi seperti, internet dan media sosial harus disikapi dengan bijak. Jadikan semua kecanggihan teknologi itu untuk mempermudah kita dalam mencari dan menambah ilmu pengetahuan serta wawasan,” ujarnya.

Ditekanknannya, yang terpenting untuk memperoleh manfaat disisi keuangan adalah Kudus punya kultur Gusjigang (Bagus Akhlaknya, Pintar Ngajinya dan Pandai Berdagang).

“Mari kita bimbing anak-anak kita menjadi generasi yang pintar membaca peluang di media-media sosial di internet, jangan sampai terbalik menjadikan mereka malas karena diperbudak teknologi,” tandas Musthofa. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.