Pembangunan Jembatan Karangsambung Kembali Diusulkan pada Bangub 2020

oleh

Kudus, isknews.com – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kudus kembali mengajukan usulan pembangunan Jembatan Karangsambung yang menghubungkan Desa Bae, Kecamatan Bae dengan Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog melalui proyek Bantuan Gubernur (Bangub) 2020.

Setelah sebelumnya berulang kali menuai kegagalan dalam pengajuan tersebut, dan ini menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kudus. Pemkab optimis, pengajuan bantuan sebesar Rp. 30 miliar itu akan disetujui oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Jembatan Karangsambung di Desa Bae Kecamatan Bae Kudus (Foto: YM)

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Joko Mukti melalui Kabid Bina Marga, Apriliana Hidayati membanarkan jika pembangunan Jembatan Karangsambung menjadi prioritas nomor wahid dari sepuluh usulan Bangub yang diajukan oleh Pemkab Kudus di tahun 2020.

TRENDING :  Pemkab Kudus Anggarkan Rp 3,8 M Untuk 117 Tenaga Kontrak

“Biasanya usulan yang terletak di nomor satu dalam skala prioritas Pemkab disetujui oleh Pemprov. Semoga saja, usulan ini juga disetujui,” harapnya, Rabu (02/10/2019).

Nana, sapaan akrabnya mengungkapkan total nilai pembangunan Jembatan Karangsambung yang besar. Membuat pihaknya tak pernah absen mengusulkan hal ini setiap tahunnya. Terhitung sejak tahun 2015 silam.

“Karena nilainya besar, kalau pakai APBD tidak mampu. Makanya kami usulkan kembali via Bangub,” ujarnya.

Nana tidak menampik, kondisi jemabatan itu saat ini cukup menghawatirkan dan memprihatinkan. Mengingat rangka baja yang menopang jembatan tersebut telah berkarat.

TRENDING :  Riak Pilkades Desa Ngembalrejo Bae, Kedua Kubu Sudah Bersalaman

“Faktor usia ya. Soalnya jembatan ini dulunya merupakan jembatan rel, yang diprediksi dibangun di zaman kolonial belanda,” timpalnya.

Tak hanya itu, lebar jembatan yang hanya berkisar 2,5 meter itu kerap menimbulkan kemacetan. Lantaran jembatan tersebut hanya muat untuk satu unit mobil atau digunakan bersimpangan sesama sepeda motor.

“Lebar jembatannya cukup sempit. Untuk simpangan mobil dan motor tidak muat. Makanya kalau ada mobil atau truk melintas, arus sebaliknya harus berhenti,” ungkapnya.

Dia menegaskan saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi terkait pengalokasiannya. Meski begitu, saat ini pihak Dinas PUPR tengah membuat perencanaan pembangunan jembatan tersebut.

TRENDING :  Camat Bae Apresiasi Tingkat Kehadiran Warganya Pada Pilkades Serentak di Wilayahnya

“Nantinya jembatan itu akan dibuat persis seperti jembatan di Samirejo. Yakni menggunakan rangka baja type A60,” jelasnya.

Ditambahkan Nana, dalam rancangan tersebut pihaknya juga melakukan pelebaran jembatan hingga 10 meter. Dengan rancangan ini, diharapkan masalah utama jembatan tersebut dapat teratasi.

Terkait pembebasan lahan, dia mengaku tidak melakukan hal itu. Jika mendesak, pihaknya akan melakukan pembelian lahan dengan sistem langsung dibawah tangan.

“Semoga bisa disetujui dan terealisasikan di 2020,” tutupnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :