Pembunuh Driver Grab Car Asal Kudus, Ingin Kuasai Mobil Korban Untuk Bayar Hutang

oleh

Jepara, isknews.com – Kasus terbunuhnya pengemudi Grab Car asal Kudus Tri Ardiyanto (40) atau akrab disapa Dian, warga Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus ternyata pelakunya dalah Dedi Safi’i (33), warga Garung Lor, RT 6 RW 2, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Kapolres Jepara AKBP Nugroho Trinuryanto, mengungkapkan hal tersebut saat dilakukan gelar kasus pembunuhan yang menghebohkan ini di Mapolres Jepara, Rabu (04/03/2020).

Ia mengatakan, tersangka Dedi melakukan hal tersebut akibat terlilit hutang senilai Rp 200 Juta yang harus dilunasinya, sehingga dirinya merencanakan perbuatan untuk menguasai mobil Honda Jazz milik korban. Rencana tersebut dia laksanakan pada awal Februari lalu dengan cara membunuh korban yang juga pemilik kendaraan tersebut.

Alasan penguasaan mobil korban adalah karena jenis kendaraan itu mudah dijual dan diminati pasar. Sehingga pada Selasa (04/02/2020), rencana tersebut mulai dijalankan oleh tersangka.

“Awalnya korban ditemui tersangka di SPBU dekat Swalayan Matahari, Kudus. Tersangka meminta korban untuk mengantarnya pulang ke rumah kontrakan di Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus,” ujarnya.

Namun menurutnya sebelum sampai di rumah kontrakan, mobil minta dihentikan oleh tersangka.

TRENDING :  Ini Penghargaan Atas Prestasi dan Kinerja Kejari Kudus Selama 2018

“Ternyata tersangka menghunus sebilah yang dibawanya di tas dan langsung menusuk dada korban sebanyak dua kali serta untuk mencekik korban hingga meninggal,” terangnya.

Usai membunuh korbannya, DS lalu memegang stir mobil dan mengarahkannya ke rumah kontrakannya untuk mengambil selimut untuk membungkus jasad korban beserta tali pengikatnya.

“Jasad korban selanjutnya dibawa ke arah Welahan, Jepara. Di Sungai SWD 2 Welahan, tepatnya di atas jembatan, tubuh korban dilempar ke sungai. Agar tidak ditemukan, tersangka juga mengikat tubuh korban dengan tali dan memberi pemberat berupa batu bata,” tambah Kapolres.

Pelemparan korban itu dilakukan oleh tersangka pada Rabu (5/2/2020) dinihari sekitar pukul 04.00 WIB, setelah melakukan pembunuhan.

Paginya, jasad korban ditemukan oleh seorang warga sudah dalam posisi mengambang di aliran sungai tersebut di Desa Bugo, Welahan Jepara.

Sejak diketemukannya jenazah korban, personel gabungan baik dari Polres Jepara maupun Kudus selanjutnya melakukan perburuan untuk mencari keberadaan tersangka.

Pelaku yang merupakan pecatan TNI ini akhirnya berhasil dilacak keberadaannya di Yogyakarta, pekan lalu, setelah berhasil diketemukannya mobil korban yang sudah berada di tangan HW. Dari data inilah akhirnya pelaku berhasil diringkus,” tutur Kapolres Jepara.

TRENDING :  Hari Ini Dijadwalkan Kejari Kudus Periksa 24 Pegawai PDAM Terkait Kasus OTT

Ternyata tersangka DS telah merubah warna mobil milik korban dan melalui perantara HW, menjualnya kepada pasangan suami istri TA dan DY. TA dan DY kemudian menyanggupi membayar Rp 25 juta. Namun kepada pelaku, baru dibayarkan Rp 7 Juta dengan perjanjian kekurangannya akan segera dibayar.

“Uangnya saya mau pakai pakai buat bayar utang Rp 200 juta. Tapi saya belum sempat memakai uangnya,” jelas dia.

Dia menitipkan kendaraan tersebut kepada temannya Harun Wijaya (50), untuk membantu menjualkan mobilnya.

Sehingga uang itu belum sempat diterima, karena pelaku kemudian ‎melarikan diri ke Yogyakarta.

Sejumlah barang bukti yang ditemukan yakni mobil, selimut yang dipakai membungkus korban dan tali untuk mengikat korbannya.

“Satu barang bukti yang belum ketemu itu pisau untuk menusuk korban karena dibuang ke sungai di Welahan bersama tubuh korban,” ujar dia.

Saat pelaku diminta melakukan pencarian barang bukti di sekitar sungai, ‎pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

TRENDING :  Penjual Springbed Abal-abal, Kenali Modusnya !

Aparat kepolisian terpaksa melumpuhkan pelaku menggunakan timah panas dan melukai kaki kanannya.

Kapolres Jepara saat gelar berbagai kasus yang terjadi diwilayah hukum Kabupaten Jepara (Foto: istimewa)

Makanya pada saat gelar perkara itu, membuat pelaku tidak bisa jalan dan harus digendon teman-teman lainnya.

“Saat kami mencari barang bukti pisau di sungai, pelaku ini berusaha melawan jadi kami terpaksa menembak kakinya,” jelas dia.

Penangkapan tersebut merupakan hasil kerjasama tim gabungan dari Polda Jateng, Polres Jepara, dan Polres Kudus.

Peaku akan dijerat pasal 340 KUH Pidana subsider pasal 338 KUH Pidana atau pasal 365 ayat 3 KUH Pidana.‎ Ancaman hukumannya pidana mati atau kurungan penjara seumur hidup.

“Tersangka ini sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban. Karena menyiapkan pisau untuk mengeksekusi korban,” jelas dia.

Sementara itu baik baik HW, DY, dan TA yang dalam kasus ini terlibat dalam jual beli mobil curian tersebut akhirnya juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Namun dalam perkara yang dibedakan dengan perkara pelaku. Tiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran Pasal 480 KUHP, karena diduga menjadi penadah barang curian,” tandas Kapolres. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :