Pemkab Kudus Salurkan Rp 29 Miliar Lebih untuk Buruh Rokok di Tahap II BLT

oleh -222 Dilihat
Bupati Kudus Samani Intakoris didampingi Helmi Tasan Wartono, perwakilan Direksi PT Sukun, dan Camat Gebog Fariq Musthofa saat memantau langsung proses penyaluran BLT DBHCHT tahap dua kepada buruh rokok di area produksi. (YM)

Kudus, isknews.com – Menjelang tahun ajaran baru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II kepada ribuan buruh rokok. Bantuan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025, dengan total anggaran mencapai Rp29,43 miliar.

Penyaluran BLT ini menjadi angin segar bagi para buruh, mengingat meningkatnya kebutuhan biaya pendidikan anak-anak saat tahun ajaran baru dimulai. BLT senilai Rp600 ribu diberikan kepada masing-masing buruh, sama seperti tahap pertama yang disalurkan menjelang Lebaran lalu.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memantau langsung proses penyaluran di dua pabrik besar, yakni PT Sukun Wartono Indonesia dan PT Djarum, Kamis (3/7/2025). Di sela-sela kunjungannya, ia juga menyerahkan BLT secara simbolis kepada para buruh di SKT Karangbener PT Djarum.

“Penyaluran kali ini bertepatan dengan tahun ajaran baru. Saya berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban orang tua untuk keperluan sekolah anak-anak mereka,” ujar Sam’ani.

Ia juga berpesan kepada para penerima agar menggunakan dana dengan bijak. “Utamakan untuk kebutuhan penting, terutama pendidikan anak dan kebutuhan pokok keluarga,” imbaunya.

Suasana haru menyelimuti kunjungan Bupati ke PT Sukun. Ribuan buruh menyambut kedatangannya dengan lantunan salawat, sembari tetap bekerja menggulung tembakau. “Alhamdulillah, para buruh terlihat bahagia. Salawatan sambil bekerja, semoga membawa berkah dalam setiap batang rokok yang mereka produksi,” ungkap Sam’ani penuh haru.

Plt Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Satria Agus Himawan, menyampaikan bahwa penyaluran tahap kedua menyasar 49.056 buruh. Jumlah ini sedikit menurun dibanding tahap pertama yang menjangkau 50.828 penerima dengan total anggaran Rp30,49 miliar.

Dari jumlah penerima, karyawan PT Djarum mendominasi dengan 30.283 orang. Menurut Senior Manager Public Affairs PT Djarum, Purwono Nugroho, angka ini berkurang 59 orang dari tahap pertama karena ada yang memasuki masa pensiun. Di unit SKT Karangbener sendiri, sebanyak 3.100 karyawan menerima bantuan.

Sementara dari PT Sukun Wartono Indonesia, terdapat 4.518 buruh penerima BLT tahap kedua. Penyaluran dilakukan langsung ke perusahaan melalui Bank Jateng sebagai mitra resmi Pemkab Kudus.

Suwarti, salah satu buruh penerima bantuan, mengaku lega dan bersyukur. “Senang sekali, uang ini mau saya pakai untuk beli sembako dan keperluan anak sekolah,” tuturnya.

Bupati Sam’ani menyebut, jika kondisi fiskal memungkinkan, Pemkab akan melanjutkan program ini pada tahun 2026. Namun, pelaksanaan tetap menyesuaikan regulasi terbaru dari Kementerian Keuangan.

“Insyaallah kita upayakan tahun depan tetap ada. Yang penting sesuai ketentuan dari pusat,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :