Pengedar Sabu-sabu Diamankan

oleh -786 kali dibaca

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Penjara tidak melulu membuat seseorang menjadi jera dan meninggalkan dunia kriminal yang telah digelutinya. Pelaku kriminal justru banyak yang terus menekuni dunianya dan bisa mengendalikan bisnis haram dari dalam penjara. Seperti yang dialami oleh AJ alias Tekek (28) dan RB alias Papua (20) keduanya warga Desa Krasak Kecamatan Pecangaan. Keduanya menjalankannya bisnis narkoba yang disetir oleh kakak dari Tekek yang berada di LP Kedungpane Semarang.

Keduanya diamankan Satresnarkoba Polres Jepara, saat berada di sekitar SPBU Mayong, Jumat  (11/8/2017) lalu. Dihadapan polisi, Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. Barang dikirim dengan sistem alamat. “Saya tinggal mengambil barang yang telah dikirim kemudian dibagi dalam paket-paket kecil dan kembali dijual kepada pemesan,” ujar Tekek, Jumat (18/8/2017).

Tekek mengaku jika mulai dari mengirim barang hingga mencari pembeli sudah diatur semua oleh kakaknya yang berada di LP Kedungpane. Kakaknya ditahan di Kedungpane untuk kasus yang sama. Kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon. Untuk setiap gramnya, ia mendapatkan untung sekitar Rp 500 ribu. “Belinya satu gram satu juta dan dijual kembali Rp.1,5 juta,” akunya.

Lebih Lanjut Tekek mengaku jika dalam seminggu ia bisa menjual sekitar 10 gram sabu-sabu. Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh tersangka lainnya Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Tekek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua. “Kalo bisa jual 10 gram seminggu untungnya bisa Rp.5 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu. “Awalnya kita mendapatkan informasi setelah diselidiki di TKP didapati tersangka Papua. Saat digeledah kita temukan paket sabu-sabu. Setelah itu dimintai keterangan, barang tersebut didapat dari Tekek. Saat penggeledahan di rumah Tekek ini didapati lima paket sabu-sabu lainnya,” ujar Yudi, Jumat (18/8/2017).

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Dari tersangka didapati barang bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor,” jelasnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.