Penjabaran QS.Ali Imron 12-15, KH.Sya’roni: Jihad Besar, Perang Melawan Hawa Nafsu

oleh -890 Dilihat

Kudus, isknews.com – Pengajian kitab Tafsir Al-Qur’an yang diasuh oleh kyai Kharismatik KH Sya’roni Ahmadi Alhafidz telah dimulai sejak Rabu Legi 5 Ramadhan 1438H lalu di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.

Setelah sholat subuh berjama’ah, kalangan kaum sarungan yang sedang ‘nyantri’ di pesantren yang tak jauh dari makam Sunan Kudus dan Masyarakat umum telah membanjiri lokasi area menara. Pantauan isknews.com dilokasi, mereka terlihat sangat antusias dan tidak bosan-bosannya mengais ilmu dari yai sya’roni ahmadi.

Berikut penjabaran dari Bahasan Surat Ali Imron Ayat 12-15 Surat Madaniyyah, Surat ke-3 yang berjumlah 200 ayat, dimana surat ini terpanjang no. 2 setelah Al-Baqarah.

Tema : JIHAD KECIL MENUJU JIHAD BESAR

Disusun oleh Mohammad Bahauddin M.Hum, pada Sabtu pagi, (3/6/2017)

*بسم الله الرحمن الرحيم*
*قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (12) قَدْ كَانَ لَكُمْ آَيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ (13) زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ (14) قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ (15)*

Artinya :  (12) Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya” (13) Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati (14) Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) (15) Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (12) قَدْ كَانَ لَكُمْ آَيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ (13)
Artinya: :  (12) Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya” (13) Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati

*A. Asbabun Nuzul Ayat*

Dalam kitab Tahrir wa Tanwir yang dikarang oleh Ibnu ‘Asyur disebutkan bahwa sebab-sebab turunnya ayat ini sebagai berikut:
في أسباب النزول : أنّ يهود يَثرب كانوا عاهدوا رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى مدّة فلمّا أصاب المسلمين يوم أحد ما أصابهم من النكبة . نقضوا العهد وانطلق كعب بن الأشْرَف في ستين راكباً إلى أبي سفيان بمكة وقالوا لهم : لتكونَنّ كلمتنا واحدة ، فلمّا رجعوا إلى المدينة أنزلت هذه الآية .
Artinya: sebab turunnya ayat bahwa pada suatu masa, orang-orang Yahudi Madinah (Yasrib) pernah membuat perjanjian dengan Rasulullah. Dan tatkala orang Islam menang dalam sebuah tragedi (perang Badar). Mereka membatalkan perjanjian. Oleh karenanya Ka’ab bin Asyrof pergi dengan 60 pasukan berkuda ke Mekkah menemui Abu Sufyan dan berkata: sesungguhnya jika masih dalam satu pandangan, satu kata dan satu misi, maka kita akan kembali ke madinah. Kemudian turunlah surat ini.

Untuk melengkapi asbabun nuzul ayat ini akan penulis kutip lagi kutipan dari tafsir ibnu katsir sebagai berikut:
وقد ذكر محمد بن إسحاق بن يسار، عن عاصم بن عمر بن قتادة؛ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما أصاب من أهل بدر ما أصاب ورجع إلى المدينة، جمع اليهود في سوق بني قَيْنُقَاع وقال: ” يا معشر يهود، أسلموا قبل أن يصيبكم الله ما أصاب قريشًا”. فقالوا: يا محمد، لا يغرنك من نفسك أن قتلت نفرًا من قريش كانوا أغمارًا لا يعرفون القتال، إنك والله لو قاتلتنا لعرفت أنا نحن الناس، وأنك لم تلق مثلنا؟ فأنزل الله في ذلك من قولهم: { قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ } إلى قوله: { لَعِبْرَةً (4) لأولِي الأبْصَارِ }
Artinya: Muhammad bin Ishaq bin Yasar pernah menceritakan, dari Ashim bin Amr bin Qatadah, bahwa Rasulullah SAW setelah memenangkan perang Badar dan sekembalinya ke Madinah, beliau mengumpulkan orang-orang Yahudi di sebuah pasar Bani Qainuqa’ dan bersabda:
“يا معشر اليهود، أسلموا قبل ان يصيبكم الله بما أصاب قريشا”
“wahai orang-orang Yahudi, masuklah Islam sebelum Allah menimpakan pada kalian dengan apa yang telah di timpakan kepada kaum Quraisy”

Maka mereka pun berkata: Hai Muhammad, engkau jangan terpedaya oleh dirimu sendiri karena keberhasilanmu membunuh beberapa orang kaum Quraisy. Keberhasilan itu disebabkan oleh kebodohan mereka yang tidak mengetahui strategi berperang. Jika kamu memerangi kami, maka kamu akan mengetahui bahwa kami adalah orang-orang yang istimewa dan kamu tidak menjumpai orang seperti kami.

Berkenaan dengan perkataan mereka ini maka Allah menurunkan firman-Nya:
قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
Artinya: :  (12) Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya”

*B. Tafsiran Ayat*

{ قُلْ } يا محمد { لِلَّذِينَ كَفَرُواْ } من اليهود { سَتُغْلَبُونَ } بالتاء والياء ، في الدنيا بالقتل والأسر وضرب الجزية وقد وقع ذلك {وَتُحْشَرُونَ} بالوجهين في الآخرة {إلى جَهَنَّمَ} فتدخلونها {وَبِئْسَ المهاد} الفراش هي .   {قَدْ كَانَ لَكُمْ ءايَةٌ} عبرة وذكر الفعل للفصل { فِي فِئَتَيْنِ } فرقتين {التقتا} يوم بدر للقتال {فِئَةٌ تقاتل فِى سَبِيلِ الله} أي طاعته ، وهم النبي وأصحابه وكانوا ثلاثمائة وثلاثة عشر رجلاً معهم فرسان وست أدرع وثمانية سيوف وأكثرهم رجالة {وأخرى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ} أي الكفار {مّثْلَيْهِمْ} أي المسلمين أي أكثر منهم وكانوا نحو ألف {رَأْىَ العين} أي رؤية ظاهرة معاينة وقد نصرهم الله مع قلتهم {والله يُؤَيّدُ} يقوي {بِنَصْرِهِ مَن يَشَاء} نصره {إِنَّ فِى ذَلِكَ} المذكور {لَعِبْرَةًلأُوْلِى الأبصار} لذوي البصائر أفلا تعتبرون بذلك فتؤمنون؟
Artinya: (Katakanlah) hai Muhammad (kepada orang-orang yang kafir) kepada golongan Yahudi itu (Kamu pasti akan menderita kekalahan) memakai ta ستغلبون dan ya سيغلبون di alam  dunia ini dengan dibunuh, ditawan dan membayar upeti dan itu telah terjadi (dan akan dihimpun) juga memakai huruf ta تحشرون dan ya يحشرون di akhirat nanti (ke dalam neraka Jahannam) lalu memasukinya. (Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya”) tempat tinggal (13) (Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu) atau pelajaran, lalu hal itu disebutkan untuk penjelasan (pada dua golongan) dua puak (yang telah bertemu) di perang Badar untuk berperang. (Segolongan berperang di jalan Allah) untuk menaati perintah-Nya yaitu Nabi SAW bersama para sahabat. Mereka berjumlah 313 orang laki-laki termasuk beberapa orang berkuda, enam buah ketopong besi dan delapan buah pedang, sedangkan kebanyakan mereka adalah berjalan kaki  (dan  segolongan  yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat seakan-akan orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka) artinya jumlah mereka kaum muslimin kelihatan dua kali banyak dari jumlah mereka yang lebih kurang seribu orang. (Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati).

Seperti yang dikatakan Ibnu Jarir yang dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir, sebagian ulama mengatakan:

a. Pendapat Pertama:
يرى المشركون يوم بدر المسلمين مثليهم في العدد رأي أعينهم، أي: جعل الله ذلك فيما رأوه سببًا لنصرة الإسلام عليهم. وهذا لا إشكال عليه إلا من جهة واحدة، وهي أن المشركين بعثوا عمر بن سعد يومئذ قبل القتال يحزر  لهم المسلمين، فأخبرهم بأنهم ثلاثمائة، يزيدون قليلا أو ينقصون قليلا. وهكذا كان الأمر، كانوا ثلاثمائة وبضعة عشر رجلا ثم لما وقع القتال أمدّهم الله بألف من خواص الملائكة وساداتهم.
Artinya: orang-orang musyrik pada waktu perang Badar melihat kaum muslimin dengan mata kepala mereka sendiri dua kali jumlah mereka, yakni Allah telah menjadikan apa yang dilihatnya itu sebagai penyebab kemenangan Islam terhadap mereka. Hal itu bukanlah sesuatu yang aneh, melainkan hanya dengan satu hal yaitu orang-orang musyrik mengutus Umar bin Saad pada hari itu sebelum perang terjadi untuk memata-matai kaum muslimin lalu dia memberitahukan kepada mereka bahwa kaum muslimin berjumlah kurang lebih tiga ratus orang. Demikianlah keadaanya, kaum muslimin pada waktu itu berjumlah tiga ratus sepuluh orang lebih. Dalam kitab jajalain disebutkan berjumlah 313 pasukan dengan cincian sebagai berikut:
? Beberapa orang naik kuda (dikatakan hanya 2 orang)
? 8 orang yang bersenjata ketopang besi (bahasa kudus : Gaman)
? 6 orang bersenjata pedang
?Dan sisanya prajurit muslim yang berjalan kaki dengan senjata batu.

Dan ketika pertempuran terjadi, Allah menambah jumlah mereka dengan seribu pasukan pilihan dan pasukan utama dari para Malaikat.

b. Pendapat Kedua:

أن المعنى في قوله: { يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ } أي: ترى الفئة المسلمة الفئة الكافرة مثليهم، أي: ضعفيهم في العدد، ومع هذا نصرهم  الله عليهم
Artinya: pasukan kaum muslimin melihat kaum kafir dua kali jumlah mereka. Tapi walaupun begitu Allah SWT memenangkan kaum muslimin atas orang-orang kafir tersebut.

Sebagaimana yang diiriwayatkan Ibnu Ishaq dari Yazid bin Ruman dari Urwah bin Az-Zubair, bahwasanya Rasulullah ketika menanyakan kepada seorang budak hitam dari Bani Hajjar mengenai jumlah orang-orang Quraisy, maka dia menjawab : ‘Banyak’. Berapa banyak mereka menyembelih unta pada setiap harinya? Tanya Rasulullah. Dia menjawab : terkadang sehari Sembilan dan terkadang sepuluh. Lalu beliau berujar: Jumlah mereka itu antara Sembilan ratus atau setibu orang.

Dengan perkiraan apapun, yang pasti jumlah mereka adalah tiga kali lipat jumlah kaum muslimin.

*C. Analisis Bacaan*

Kata تغلبون-تحشرون dalam ayat (قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ) memiliki 2 bacaan:
? Pertama dibaca dengan huruf ta’, bacaan para imam selain imam hamzah dan kisa’I yakni Abu Amr, Ibn Katsir, Nafi’, Ibnu Amir, dan Ashim.
? Kedua dibaca dengan huruf ya’, bacaan imam hamzah dan imam kisa’i. sehingga bisa dibaca سيغلبون ويحشرون إلى جهنم وبئس المهاد.

Setelah selesai perang Badar, Rasulullah Shollahu Alaihi Wasallah mengumpulkan para sahabat dan bersabda:
رجعنا من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر. قالو: وما الجهاد الأكبر؟ قال جهاد القلب أو جهاد النفس
Artinya: kita telah pulang dari jihad yang terkecil (Perang Badar) menuju ke jihad terbesar. Lalu para sahabat bertanya, Ya Rasul, apa itu jihad terbesar? Dijawab oleh Nabi SAW: ia adalah jihad melawan hati / melawan hawa nafsu.

Berangkat dari sinilah, kita bisa menyimpulkan dan menentukan munasabah atau kesinambungan ayat 12-13 dengan ayat 14-15 yang akan kita bahas selanjutnya. Hubungan atau munasabah yang terjadi antar ayat ini adalah hubungan atau munasah yang berlawanan. Perlawanan hubungan antar ayat diatas sangat terlihat dengan bahasan pada ayat 12-13 menjelaskan tentang hijad ashgor (jihad terkecil) dibandingan bahasan yang mendatang berupa pembahasan tentang jihad terbesar yakni nafsu.

Kenapa nafsu dikatakan sebagai jihad yang paling berat? Jawabanya karena perang musuhnya terlihat sedang nafsu itu musuhnya tidak terlihat yang bersemayam di tubuh manusia.

Bagaimana melawannya nafsu? Tidak ada yang bisa melawan nafsu kecuali hanya dengan melalukan ritual puasa. Disebutkan dalam kitab Durrotun Nasihin:
ﻗﻴﻞ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﺎﻟﺼﻮﻡ ﻗﻬﺮ ﻋﺪﻭ ﺍﻟﻠﻪ . ﻓﺈﻥ ﻭﺳﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﻂﺎﻥ ﺑﺎﻟﺸﻬﻮﺓ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺗﻘﻮﻯ ﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ﺑﺎﻟﺄﻛﻞ ﻭﺍﻟﺸﺮﺏ ﻓﻠﺎ ﻳﺴﺘﻔﺎﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﻗﻬﺮ ﻋﺪﻭ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻛﺴﺮ ﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ﺍﻟﺎ ﺑﺘﺬﻟﻴﻞ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﺑﻘﻠﺔ ﺍﻟﺄﻛﻞ. ﻭﻟﺬﺍ ﺭﻭﻯ ﻓﻰ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺍﻟﺼﻮﻡ : ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻌﻘﻞ,ﻓﻘﺎﻝ ﺃﻗﺒﻞ ﻓﺄﻗﺒﻞ,ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﺃﺩﺑﺮ ﻓﺄﺩﺑﺮ,ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﻣﻦ ﺃﻧﺖ ﻭﻣﻦ ﺍﻧﺎ؟  ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﺃﻧﺖ ﺭﺑﻰ ﻭﺃﻧﺎ ﻋﺒﺪﻙ ﺍﻟﻀﻌﻴﻒ,ﻓﻘﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﺎ ﻋﻘﻞ ﻣﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﺧﻠﻘﺎ ﺃﻋﺰ ﻣﻨﻚ,ﺛﻢ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ ﺃﻗﺒﻠﻰ ﻓﻠﻢ ﺗﺠﺐ, ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﻟﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻧﺖ ﻭﻣﻦ ﺃﻧﺎ؟ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﻧﺎ ﺃﻧﺎ ﻭﺃﻧﺖ ﺃﻧﺖ,ﻓﻌﺬﺏ ﺑﻨﺎﺭ ﺟﻬﻨﻢ ﻣﺎﺋﺔ ﺳﻨﺔ,ﺛﻢ ﺃﺧﺮﺟﻬﺎ ﻓﻘﺎﻝ ﻣﻦ ﺃﻧﺖ ﻭﻣﻦ ﺃنا؟ ﻓﺄﺟﺎﺑﺘﻪ ﻛﺎﻟﺄﻭﻝ ﺛﻢ ﺟﻌﻠﻬﺎ ﻓﻰ ﻧﺎﺭ ﺍﻟﺠﻮﻉ ﻣﺎﺋﺔ ﺳﻨﺔ ﺛﻢ ﺃﺧﺮﺟﻬﺎ ﻓﺄﻗﺮﺕ ﺑﺄﻧﻬﺎ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻭﺃﻧﻪ ﺍﻟﺮﺏ,ﻓﺄﻭﺟﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﺑﺴﺒﺐ ﺫﺍﻟﻚ.
Dikatakan (ulama) yg dimaksud dengann puasa adalah : menahan musuh Allah, karena sesungguhnya washilah syetan (tuk menggoda) adalah nafsu syahwat. Dan syahwat atau nafsu itu bisa menjadi kuat lantaran sebab makan & minum. Maka tidaklah bisa diambil faidah dari (puasa) yg berarti menahan musuh Allah serta memecahkan syahwat, terkecuali dengan menghinakan nafsu, lantaran sebab sedikitnya makan.

Oleh karna itulah ada sebuah riwayat perihal di syari’atkannya puasa :
Bahwasanya dahulu Allah telah menciptakan 2 makluk yakni akal dan nafsu. Ketika Allah menciptakan akal , Allah memanggilnya اقبل / kemarilah , maka akal datang, lalu menanyainya : “من انت ومن انا؟ / siapa kamu dan siapa aku?”, Dijawab oleh akal : ” انت ربي وانا عبدك الضعيف / kamu adalah Tuhanku dan aki adalah hambamu yg lemah”. Kemudian Allah memujinya “wahai akal tiada makhluk yang saya ciptakan lebih mulia dari kamu”. Kemudian Allah menciptakan nafsu dan Allah memanggilnya اقبلي / kemarilah, akan tetapi nafsu tidak mengindahkan perintah Tuhannya dan diam saja. Lalu Allah menanyainya seperti pertanyaan yg diberikan sm si akal : “wahai nafsu siapa aku dan siapa kamu?”, djwb oleh nafsu : “انا انا وانت انت/ saya ya saya dan kamu adalah kamu (kata2 yg kurang sopan saat ditanya Tuhan yg menciptakan nafsu), krn itulah Allah murka dan dihukumlah si nafsu di neraka jahannam selama 100 tahun, setelah 100 tahun ditanya lagi : siapa km dan siapa aku, akan tetapi jawaban masih sama seperti yang pertama. Seperti tak ada kapoknya si nafsu dhukum djahannam 100 tahun, lalu Dijadikan Neraka Kelaparan (Narul Juu’) untuk menghukumnya slma 100 tahun. Setelah dihukum dineraka kelaparan barulah si nafsu kapok dan baru mengakui bahwa dia adalah hamba Allah dan Dia adalah Tuhan.

Dari situlah Allah mewajibkan puasa karena hanya dg lapar dan dahaga yg bisa membuat nafsu itu kapok , lemas tak berdaya.
Dalam sebuah Sya’ir : Nahfu diibaratkan dengan anak kecil
والنفس كالطفل إن تهمله شب على … حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم
(Nafsu koyo Cah cilik nek dijarno ngemik wae, ngemik terus sampe Gedhe kedarung ngemik neng BOJONE) ?

Allah Berfirman
*زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ (14) قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ (15)*
Artinya: (14) Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) (15) Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya

*A. Tafsiran Ayat:*

{ زُيّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشهوات } ما تشتهيه النفس وتدعو إليه ، زينها الله ابتلاءً أو الشيطان { مِنَ النساء والبنين والقناطير } الأموال الكثيرة { المقنطرة } المجمعة { مِنَ الذهب والفضة والخيل المسومة } الحسان { والأنعام } أي الإبل والبقر والغنم { والحرث } الزرع { ذلك } المذكور { متاع الحياة الدنيا } يتمتع به فيها ثم يفنى { والله عِندَهُ حُسْنُ المأب } المرجع وهو الجنة فينبغي الرغبة فيه دون غيره . { قُلْ } يا محمد لقومك { أَؤُنَبّئُكُمْ } أخبركم { بِخَيْرٍ مّن ذلكم } المذكور من الشهوات ، استفهام تقرير { لّلَّذِينَ اتقوا } الشرك { عِندَ رَبّهِمْ } خبر مبتدؤه { جنات تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الأنهار خالدين } أي مقدّرين الخلود { فِيهَا } إذا دخلوها { وأزواج مُّطَهَّرَةٌ } من الحيض وغيره مما يُستقذر { وَرِضْوَانٌ } بكسر أوله وضمه لغتان أي رضا كثير { مّنَ الله والله بَصِيرٌ } عالم { بالعباد } فيجازي كلاًّ منهم بعمله .
Artinya: (Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada syahwat, yaitu) yakni segala yang disenangi serta diingini nafsu sebagai cobaan dari Allah atau tipu daya dari setan (yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak) yang berlimpah dan telah berkumpul (dari jenis emas, perak, kuda pilihan) yang baik (binatang-binatang ternak) yakni sapi dan kambing (dan sawah ladang) atau tanam-tanaman. (Itulah kesenangan hidup di dunia) di dunia manusia hidup bersenang-senang dengan hartanya, tetapi kemudian lenyap atau pergi, (dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik) yakni surge, sehingga itulah yang seharusnya menjadi idaman dan bukan lainya (15) (Katakanlah) hai Muhammad kepada kaummu!: (Inginkah aku kabarkan kepadamu) saya beritahukan (apa yang lebih baik dari yang demikian itu?) yakni yang disebutkan dari berbagai syahwat tadi; adapun pertanyaan di sini berarti pengukuhan.(Untuk orang-orang yang bertakwa) yang menjaga diri mereka dari kemusyrikan, (pada sisi Tuhan mereka) menjadi khabar sedangkan mubtada’  (ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya) artinya ditakdirkan kekal didalamnya. (Dan mereka dikaruniai isteri-isteri yang disucikan) dari haid dan lainya yang dianggap kotor (serta keridhaan Allah) ada yang membaca ridhwaan da nada yang membaca rudhwaan; artinya keridaan yang banyak. (Dan Allah Maha Melihat) maksudnya Maha Mengetahui (akan hamba-hamba-Nya) mereka akan dibalas menurut amalnya masing-masing.

*B. Analisis Ayat:*

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ
Allah memberitahukan mengenai apa yang dijadikan indah bagi manusia dalam kehidupan di dunia, berupa berbagai ragam kenikmatan: wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.

1. Wanita
Allah memulainya dengan menyebut wanita, karena fitnah yang ditimbulkan wanita itu lebih berat, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist shohih, bahwa Rasulullah bersabda:
ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء
“Aku tidak meninggalkan suatu fitnah yang lebih bahaya bagi kaum laki-laki daripada wanita”

Jika keinginan terhadap wanita itu dimaksudkan untuk menjaga kesucian dan lahirnya banyak keturunan, maka yang demikian itu sangat diharapkan, dianjurkan dan disunnahkan. Sebagaimana beberapa hadist telah menganjurkan menikah.
حبب إلي النساء والطيب وجعلت قرة عيني في الصلاة
“Dijadikan aku menyukai wanita dan wangi-wanginan dan dijadikan kesejukan mata hatiku di dalam shalat”

2. Anak-anak
Kecintaan kepada anak dimaksudkan untuk kebanggaan dan sebagai perhiasan, dan hal ini termasuk ke dalam kategori ayat ini. Tetapi terkadang juga kecintaan pada anak itu dimaksudkan untuk memperbanyak keturunan dan memperbanyak jumlah umat Muhammad yang hanya beribadah kepada Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya. Hal ini sangat terpuji, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits
تزوجوا الودود الولود، فإني مكاثر بكم الأمم يوم القيامة
“Kawinilah wanita yang dicintai dan yang melahirkan banyak keturunan karena aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak, sebagai umat terbanyak pada hari Kiamat kelak”

3. Harta yang banyak dari jenis emas dan perak
Demikian halnya dengan kecintaan kepada harta benda. Terkadang dimaksudkan untuk berbangga-bangga, angkuh dan sombong kepada orang-orang lemah serta menindas orang-orang fakir, hal ini merupakan perbuatan tercela. Tetapi terkadang dimaksudkan untuk memberi nafkah kepada kaum kerabat, mempererat silaturrahmi, berbuat baik dan ketaan, yang terakhir ini merupakan perbuatan terpuji.

4. Kuda pilihan
Kecintaan kepada kuda terbagi tiga:
Pertama, kecintaan memelihara kuda dengan maksud persiapan berperang di jalan Allah. Kapan dibutuhkan, maka mereka pergi berperang menunggangi kudanya. Bagi mereka ini disediakan pahala yang banyak.
Kedua, kecintaan memelihara kuda dengan maksud untuk kebanggaan, memusuhi dan menentang Islam.
Ketiga, dimaksudkan utnuk mengembangbiakkan dengan tidak melupakan hak Allah dalam pemanfaatanya.

Sedangkan mengenai firman-Nya (المسومة) / (pilihan) telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dia menuturkan al-musawwamah berarti yang tidak digembalakan dan yang sangat bagus (المسومة الراعية، والمُطَهَّمة الحسَان).

5. Binatang-binatang ternak dan Sawah lading
Imam Ahmad meruwayatkab dari Suwaid bin Hubairah, dari Nabi SAW beliau bersabda:
خير مال امرئ له مهرة مأمورة، أو سكة مأبورة
“Sebaik-baik kekayaan seseorang adalah kuda yang banyak beranak atau pohon kurma yang banyak berbuah”

Selanjutnya Allah berfirman:

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ (لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ)

“Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”

Dari berbagai sisi surge dan sudutnya mengalis sungai-sungai yang terdiri dari berbagai aneka minuman, baik yang berupa madu, susu, khama, air dan lain sebagainya, yang belum dilihat mata, didengar telinga, dan tidak pernah juga terbesit dalam hati manusia. Selain itu di dalamnya akan dikaruniai beberapa istri dan bidadari yang suci dari berbagai kotoran, penyakit, haidhm nifas dll yang dialami kaum wanita di dunia. Kapan pun dan dimanapun mereka siap melayani penduduk surge tanpa ada ikatan pernikahan. Cukup berucap سبحانك اللهم mereka akan datang memenuhi panggilan, mau memasukkan dia ke kamar ucap lagi سبحانك اللهم, maka ia pun akan masuk kamar, dan selanjutnya mau lebih jauh, terserah anda pembaca semua.

Selain disebutkan diatas nikmat yang paling tinggi diantara itu semua adalah nikmat mendapat ridha Allah karena ridha Allah lebih besar.

Diceritakan besok jika sudah di surga akan ada seruan dari Malaikat bertaka pada penduduk surga: Kalian jangan puas hanya dengan nikmat yang kalian peroleh di surga ini karena Allah akan memberikan nikmat yang lebih besar lagi yaitu :
✒Suara Nabi Daud Ngaji kitab Taurat
✒Suanten Kanjeng Nabi Muhammad ngaji Al-Qur’an
✒Melihat Dzat Allah Azza Wa Jalla

*C. Analisis Bacaan:*

Kata رضوان dalam ayat (قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ )لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِالْمِهَادُ) memiliki 2 bacaan:
?Pertama dibaca kasrah (رِضْوَان), bacaan oleh jumhurul imam.
?Kedua dibaca dhummah (رُضْوَان), bacaan imam Abu Bakar dari Ashim

(AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.