Peroleh Kategori Bagus Dari Kemenkes, Kudus Jadi Pilot Project PS2H Nasional

oleh -230 kali dibaca


Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus menjadi salah satu pilot project Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H) bersama dengan Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Makasar. Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Aziz Achyar melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Anik Retnowati.

Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H) dalam istilah internasional dikenal dengan Civil Registration and Vital Statistics adalah merupakan pemenuhan layanan dasar secara hukum bagi masyarakat untuk kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.

Menurut Anik, pihaknya menjabarkan jika pelaksanaan PS2H sejatinya sudah dimulai pada Maret 2019 lalu di Jakarta. Dengan diikuti WhorkShop Sistem Informasi dan Teknologi Pencatatan Kematian dan Penyebab Kematian di Bekasi pada bulan Juli 2019.

“Baru pada Agustus 2019 ada Sosialisasi dan Rapid Assesment PS2H di Kabupaten Kudus. Kemudian dilanjutkan dengan whorkshop pelatihan autopsi verbal dan SMPK, serta pelaksanaan autopsi verbal penyebab kematian pada periode September-November 2019,” urainya, Senin (02/10/2020).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Aziz Achyar berpose bersama tim monitoring dan evaluasi PS2H (foto: istimewa)

Sementara itu, Kepakaran Bidang Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Dr. Dede Anwar Musadad mengungkapkan jika secara pilot project, dari pihak Kemenkes khususnya Balitbangkes menilai pelaksanaan PS2H telah usai, tinggal melakukan monitoring.

“Sekarang tinggal komitmen dari daerah, karena tadi pak Plt Bupati Kudus yang diwakili pak asisten 1 Setda melihat ini sudah bagus. Dan ini menjadi indikator pembangunan bagi kudus, jadi kita tidak usah lagi pakai asumsi atau estimasi lagi,” terangnya.

Dengan real time yang setiap tahun ada, lanjut Dede, pihaknya menilai Kabupaten Kudus akan terus berkomitmen. Ia berharap, seluruh Kabupaten/Kota akan menerapkan hal yang sama dengan Kabupaten Kudus.

“Bahkan Kudus bisa jadi satu percontohan untuk Kabupaten/Kota lain. Karena komitmen yang tinggi dan completeness atau cakupannya itu tinggi di sini,”tambahnya.

Di sisi lain, asisten 1 Setda Kabupaten Kudus, Agus Budi Satriyo menyampaikan jika pelaksanaan PS2H di Kudus telah mengantongi nilai dari Kemenkes dengan kategori bagus.

“Sehingga kalau di monitor sebagai pilot project, disitu kan pemadanan data terkait kelahiran, kematian maupun penyebab kematiannya juga terkonek dengan Disdukcapil,” kata Agus.

Sehingga menurutnya, nantinya semua program pemerintah akan terintegrasi ke sana.

“Perencanaan pembangunan atau kebijakan pemerintah daerah akan terkonsentrasi manakala data valid,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.