Ratusan Warga Geruduk Bank Mandiri Kudus, Minta Kejelasan Voucher UN Swissindo

oleh -427 Dilihat

Kudus, isknews.com – Ratusan orang mendatangi Kantor Cabang (Kacab) Bank Mandiri Kudus Jl. Jend. Sudirman No.164, Penthol Rendeng kecamatan Kota, Kudus. Jum’at, (18/7/2017) pagi.

Dalam aksinya, warga datang dengan membawa bukti sertifikat voucher UN Swissindo yang diyakini bisa digunakan untuk mendapatkan registrasi rekening Bank Mandiri senilai Rp 15, 6 juta. Registrasi tersebut dilakukan secara serentak pada 18 Agustus 2017 dan seterusnya.

“Ya katanya dijanjikan dapat pencairan dana dari Bank Mandiri sebagai bank yang ditunjuk. Katanya uangnya dari harta warisan Bung Karno,” kata warga Abdullah kepada isknews.com

Awalnya, mereka bersikukuh untuk menemui pihak Bank Mandiri terkait kejelasannya. Akhirnya ada beberapa perwakilan dari warga maupun pihak koordinator swissindo perwakilan Kudus untuk audiensi dengan pihak Bank Mandiri, yang juga disaksikan oleh kepolisian diantaranya Kompol Tugianto kabag ops, Kapolsek Kota AKP Khoirul Naim, Kasat reskrim, Kasat intelkam, dan juga para rekan media.

Saat audiensi, Mughtanim, koordinator UN Swissindo menyatakan, program UN Swissindo merupakan program peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia dari UN Swissindo yang sudah bekerja sama dengan Bank Dunia. Menurutnya, UN Swissindo telah menyetorkan uang ratusan triliyun ke Bank Indonesia yang ditransfer ke enam bank di Indonesia termasuk Bank Mandiri, untuk meregistrasi voucher yang dimiliki peserta.

“Kami memiliki bukti transfer uang dari BI ke enam bank termasuk Mandiri,” tandasnya.

Menurutnya, program pelunasan utang rakyat tersebut tidak hanya berlaku di Kudus, tapi juga seluruh peserta UN Swissindo seluruh Indonesia. Uang tersebut merupakan hak rakyat Indonesia yang memiliki e-ktp.

“Pihaknya hanya ingin meminta klarifikasi dari pihak Bank Mandiri terkait adanya pencairan dari Swissindo,” tandasnya

Menanggapi hal itu, Harsito perwakilan Bank Mandiri Semarang Jawa Tengah saat audiensi mengatakan, pihaknya tidak pernah bekerjasama dengan organisasi atau kelompok orang yang mengatasnamakan UN Swissindo.

Terkait dengan voucher M1 itu, pihaknya tidak bertanggungjawab dengan pencairan dana voucher M1 tersebut. Karena, Bank Mandiri tidak mengenal organisasi UN Swissindo dan pemegang voucher M1 bukan merupakan nasabah atau produk yang dikeluarkan Bank Mandiri.

Banyaknya peserta Swissindo yang datang ke kantornya, Wuriatmo, Kacab Kudus menyikapi aduan dari masyarakat hari ini.

Pihaknya, melalui pengumuman yang dipajang di depan kantor, ataupun surat edaran dari otoritas jasa keuangan (OJK), Bank Mandiri menyatakan kalau program UN Swissindo merupakan modus penipuan. Terlebih, Bank Mandiri tidak pernah mencairkan dana yang akan dijanjikan UN Swissindo.

“Mereka yang datang kesini, katanya punya voucher M1 itu akan mencairkan dana di Bank Mandiri. Kami merasa tidak pernah kerja sama dengan UN Swissindo, jadi setiap cabang dipasang spanduk pengumuman itu,” katanya.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daeli menyatakan sejauh ini pihaknya masih belum menerima adanya laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan atas program UN Swissindo ini. Namun demikian, pihaknya tetap mendalami kasus ini dan siap menindaklajuti jika ada laporan yang masuk.

“Kami juga belum bisa menyimpulkan apakah kasus ini merupakan bentuk penipuan atau tidak,” ujarnya.(AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.