Sekda Kudus: Momentum Hari Ibu Sebagai Refleksi dan Renungan Bagi Kita Semua

oleh -716 Dilihat

Kudus, isknews.com – Bertempat di lapangan Tenis Angga Sasana krida, Pemerintah Kabupaten Kudus dalam hal ini Kesbangpol telah menyelenggarakan upacara peringatan hari Ibu yang ke-89, pada, Kamis (21/12/2017) Pagi.

Upacara yang diikuti sekitar 600 orang dari unsur pemerintahan ini mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya” ini di pimpin oleh Inspektur Upacara (Irup) Drs.Noor Yasin, Sekda Kabupaten Kudus, sedangkan Komandan Upacara Ipda Afah dari Polres Kudus.

Amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise yang dibacakan oleh Irup Sekda Kabupaten Kudus Noor Yasin mengatakan, Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dikatakannya, Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil, dan makmur sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. “Peristiwa ini sekaligus sebagai sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya,” jelasnya.

Komitmen pemerintah juga dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional bukan hari libur.

Lebih lanjut, Peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya merupakan sumber daya manusia dan potensi yang turut menentukan keberhasilan pembangunan.

Momentum Hari Ibu juga dijadikan sebagai refleksi dan renungan bagi kita semua, tentang berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan.

Arti penting lainnya dari peringatan Hari Ibu adalah upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan, dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan.

Perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara didalam mencapai tujuan negara serta didalam memperjuangkan kesejahteraan di semua bidang pembagunan seperti bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik, dan hukum.

Perempuan dan laki-laki juga mempunyai kesempatan, akses serta peluang yang sama, sebagai sumberdaya pembangunan sebagaimana target yang harus dicapai dalam tujuan pembangunan nasional maupun tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan sampai tahun 2030. Atas dasar inilah, Peringatan Hari Ibu ke-89 Tahun 2017 mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya”.

Hal ini didasari oleh situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi situasi yang disebut oleh Kepala Negara “darurat” kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami berkeyakinan bahwa dengan bekerjasama, bergotong royong, saling membantu, bahu-membahu, kita dapat mekukan sesuatu dan mencapai hasil yang lebih baik. Kita mempunyai keinginan dan kemauan yang kuat untuk sendiri maupun bersama-sama menghindari, tidak melakukan, dan menghentikan semua bentuk kekerasan dalam ranah publik maupun internal (dalam rumah tangga).

Pada peringatan ke-89 ini, kami juga ingin menyampaikan bahwa pelibatan dan peningkatan peran kaum laki-laki dan keluarga dalam pembangunan, juga menjadi bagian yang penting dalam rangka penghapusan segala bentuk diskriminasi dan tindak kekerasan lainnya, serta berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.