Siap Siap Minggu Depan, Kendaraan Masuk Kawasan Balai Jagong Harus Bayar Karcis Parkir Elektronik

oleh

Kudus, isknews.com – Demi menekan kebocoran penerimaan restribusi pengelolaan parkir dari kawasan yang kini menjadi faforit warga Kudus untuk berekreasi yaitu Balai Jagong kompleks GOR Wergu Wetan Kudus, tak lama lagi Pemerintah Kabupaten Kudus akan menerapkan parkir E-Money di kawasan tersebut.

Dijadwalkan pada pekan depan, portal-portal akan dipasang untuk menunjang pengelolaan parkir di sana. yang akan dipasangkan disemua titik pintu masuk dan keluar akses tempat tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Abdul Halil mengatakan pekan depan pihaknya akan melakukan pemasangan beberapa portal untuk menutup akses keluar masuk Balai Jagong.

“Jadi pengunjung yang masuk bayar dan dapat karcis. Nanti karcis itu ditunjukkan kepada petugas di loket keluar,” ujar Halil, Senin (09/03/2020)

Namun menurutnya sembari menunggu penganggaran untuk sementara akan digunakan sistem tunai dahulu.

Kawasan Balai Jagong Kompleks Gor diwaktu malam (Foto: YM)

“Sementara jalan secara manual dulu. Termasuk pembayarannya, nanti pakai tunai dulu,” ujar dia.

Bila sudah Dengan sistem E-Money, kendaraan pengunjung akan diparkirkan secara terpusat di belakang Stadion Wergu Wetan Kudus.

Dengan menggandeng swasta untuk mengelola parkir Balai Jagong. Pemkab Kudus mengharapkan, pembangunan sistem parkir E-Money ini dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir khusus yang ditargetkan sebesar Rp. 4,221 miliar.

“Targetnya belum ada. Karena itu masuknya ke titik parkir baru,” imbuhnya.

Dipertanyakan Plt. Bupati Kudus, M Hartopo dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Kudus City Walk di Commad Center, Senin (9/3). Halil mengungkapkan saat ini pihaknya masih menunggu turunnya Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur mengenai pengelolaan parkir Balai Jagong.

“Sebelumnya Balai Jagong bukan bagian dari titik parkir khusus di Kudus. Dengan perubahan status ini, harus ada Perbupnya dulu. Setelah itu turun, kami baru bisa jalankan,” katanya.

Untuk anggaran, Halil menuturkan pengembangan parkir Balai Jagong akan diakomodir pihaknya di APBD Perubahan tahun 2020.

Kepala Dishub Kudus menyatakan, tahun 2020 nanti pihaknya mendapatkan beban target pendapatan total sebesar Rp 10,548 miliar, masing- masing Rp 8,884 miliar berasal dari penerimaan retribusi parkir, selebihnya dari retribusi sampah, pengujian kendaraan bermotor (PKB), penggunaan kekayaan daerah (PKD) dan retribusi tempat giat usaha terminal.

“Khusus untuk target retribusi parkir, meski terasa berat namun tetap akan
diupayakan,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :