Stabilkan Harga di Pasaran, Disdag Kudus Siap Fasilitasi Petani Manfaatkan Mesin CAS Buatan Pura

oleh

Kudus, isknews.com – Besarnya potensi mesin Control Atmosphere Storage (CAS) yang dimiliki dan diciptakan oleh PT Pura Agro Mandiri dari kelompok PURA Grup Kudus dalam upaya membantu Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menstabilkan harga bahan makanan maupun hasil pertanian di kota kretek.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kudus Sudiharti, berencana akan menjalin kerjasama dengan PT Pura Agro Mandiri untuk memfasilitasi kelompok tani (potan) maupun koperasi di Kudus agar bisa memanfaatkan mesin tersebut.

Anjloknya sejumlah harga komoditas pertanian di pasaran, memang kerap membuat petani gigit jari. Lantaran mengalami kerugian yang cukup besar.

Akan tetapi, kini dengan telah ditemukan solusi untuk mengatasi permasalahan klasik tersebut. Yakni dengan menyimpan komoditas tersebut di mesin Control Atmosphere Storage (CAS).

TRENDING :  Dalam Semalam, 100 Ekor Tikus Terbunuh Terperangkap Aliran Listrik Di Lahan Sawah
Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti dan General Manajer PT PAM, Agung Subani saat menjelaskan mekanisme penyimpanan komoditas pertanian dengan mesin CAS (Foto: Istimewa)

Mesin yang menggunakan teknologi terbarukan itu, diklaim dapat menyimpan dan mempertahankan kualitas produk dalam kurun watu yang lama. Hingga harga komoditas tersebut kembali stabil di pasaran.

“Misalnya harga bawang merah di pasaran sedang anjlok. Dari pada dijual dengan harga murah, petani bisa menunda jual bawangnya dan menyimpannya di sini. Nanti kalau harga di pasaran sudah stabil, baru diambil untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi,” jelas Sudiharti, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Rabu (29/01/2020) saat melakukan kunjungan dan menyaksikan mekanisme penggunaan mesin tersebut di PT PAM Terban Jekulo Kudus.

TRENDING :  Cegah Serangan Hama Burung Petani Mlati Kidul Tutupi Sawahnya Dengan Jaring

“Nanti kita akan kerjasama dengan perbankan juga. Terkait pendanaannya,” lanjut dia.

Kunjungi PT PAM, Dinas Perdagangan Kudus coba jajaki kerjasama dengan petani di Kudus (Foto: ist.)

Sementara itu, General Manajer PT PAM, Agung Subani, CAS merupakan sistem yang mengkombinasikan teknologi pendingin dengan teknologi pengkondisian udara (O2, CO2, N2, Ethylene dan RH) sebagai alat penyimpan produk komoditi hortikultura dalam jangka waktu yang lebih panjang dari metode konvensional.

“Mesin CAS dapat mengawetkan berbagai komoditas seperti bawang merah, cabai, buah-buahan, sayuran dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan. Tanpa mengurangi kualitas barangnya,” terang dia.

Untuk tarif penyimpanan yang dipatok oleh pihaknya juga terhitung murah. Yakni sebesar Rp. 1. 000 perkilonya selama sebulan.

TRENDING :  Tanam Bawang Merah Bersama Ala Paguyuban Petani Lemah Subur

Hanya saja, pihaknya cukup menyayangkan lantaran teknologi ini justru lebih dikenal dan diminati oleh para petani dari luar kota hingga luar negeri.

“Untuk petani lokal hingga kini belum ada. Semoga dengan kerjasama ini, petani maupun pedagang lokal bisa memanfaatkan teknologi ini,” harapnya.

Sekarang ini PT PAM memiliki sebuah CAS kapasitas 74 ton, 28 CAS tampungan 16 ton, dua mesin 2,5 ton dan satu kapasitas simpan satu ton. Sedangkan mesin CAS mobile 20 feet berkapasitas 3,5 ton,
dan 40 feet berkapasitas 7 ton. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :