Sumbangkan ke IDI, Siswa Tiga SMK di Kudus Produksi Ratusan Set APD dan Ribuan Antiseptik

oleh

Kudus, isknews.com –  Siswa-siswi  SMKN 3 , SMKN 1, dan SMK Duta Karya Kudus yang ketiganya merupakan SMK binaan Djarum Foundation itu turut serta berperan aktif dalam memberikan solusi permasalahan pandemi Covid-19. Berangkat dari kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit di seluruh Indonesia. Siswa SMKN 3 dan SMKN 1 Kudus berinisiatif mendapat bimbingan guru untuk memproduksi APD.

Siswa jurusan Tata Busana di kedua sekolah tersebut berpartisipasi dan mempraktekkan langsung pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk membuat pola APD. Proses produksi tetap menjaga kualitas material dan pola APD yang sesuai dengan standar rumah sakit.

Siswa SMKN 3 Kudus mencoba hasil jahitan pakaian APD (Foto: istimewa)

Produksi APD dilakukan oleh siswa-siswi dengan kondisi tubuh yang fit dan sehat. Prosedur dan anjuran menjaga kesehatan selama pandemi Covid 19 juga tetap diberlakukan. Siswa mengenakan masker higienis, menjaga kebersihan, dan menerapkan physical distancing demi keamanan bersama ketika memproduksi APD di lingkungan sekolah. Mereka berhasil memproduksi 400 set APD hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

TRENDING :  Humas Setda Kudus : Seminar Pertelevisian Bagi Pelajar "Jurnalis TV dan tantangan Era Digital".

Permasalahan lain yang timbul berkaitan dengan pandemi Covid-19 adalah kelangkaan cairan antiseptic pencuci tangan (hand sanitizer) di pasaran.

Hal tersebut juga menjadi dasar gerakan pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa di SMK Duta Karya Kudus. Sekolah vokasi yang berfokus pada kimia industri ini membuat hand sanitizer yang dibagikan kepada masyarakat secara cuma-cuma.

Siswa SMK Duta Karya Kudus saat membuat hand sanitizer (foto: istimewa)

Produksi hand sanitizer dilakukan oleh siswa yang dilengkapi dengan standar laboratorium kimia industri. Mereka berhasil memproduksi 1500 botol hand sanitizer yang siap beredar memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

Diserahkan oleh Kepala Sekolah SMKN 1,  Saiful Hadi, SMKN 3, Budi Susanto dan SMK Duta Karya, Muhammad Thoat, yang menyumbangkan hasil produksi APD dan hand sanitizer karya anak didiknya sebanyak 400 pakaian hazmart, dan 1500 hand sanitazer kepada Dr. Achmad Syaifudin, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di kantor IDI Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Yuk, Mengenal Lebih Dekat SMK Wisudha Karya Kudus

Dalam sambutannya Ketua IDI Kudus Ahmad Syaifuddin menyampaikan terima kasih dan apresiasinya terhadap karya para siswa SMK tersebut.

“Kebutuhan APD meningkat selalu berkembang, karena pemakaian APD sekali pakai. Kebutuhan per hari di Kudus sekitar 400 hazmart,” ungkap dia, Senin (04/05/2020).

Bantuan tersebut kemudian didistribusikan kepada rumah sakit dan masyarakat yang membutuhkan. Produksi akan tetap dilanjutkan dengan target 1000 set APD selesai pada akhir Mei 2020.

Sementara, Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma menyampaikan bahwa partisipasi aktif dalam penanggulangan Covid-19 menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak hanya siap terjun ke lapangan berbekal keterampilan yang dimiliki.

Namun menjadi kontribusi kaum muda untuk memecahkan permasalahan yang terjadi, dalam hal ini membantu Indonesia berperang melawan Covid-19.

TRENDING :  Djarum Foundation Bakti Sosial ,”Pelatihan Pengelolaan Resiko Kebakaran dan Penyakit Dalam Program Peningkatan Menu Panti Asuhan “

“Dengan kejadian luar biasa selama pandemi, siswa SMK sanggup menjadi problem solver dalam mengatasi kelangkaan APD dan hand sanitizer di lingkungan sekitarnya. Mereka melakukan aksi nyata sebagai hasil pembelajaran mereka dengan pendampingan dan pembinaan yang tepat di lingkup pendidikan mereka,” ujar Galuh Paskamagma, Senin (04/05/2020).

Lebih lanjut, Galuh juga menambahkan bahwa aksi ketiga SMK binaan Djarum Foundation ini dapat menginspirasi SMK di seluruh daerah untuk bersama-sama ikut bergerak meningkatkan makna pendidikan, makna belajar dan nilai kemanusiaan melawan pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi (keterampilan) yang terpadu dan  terintegrasi menjadi salah satu misi Presiden Joko Widodo. Strategi yang ditempuh salah satunya dengan meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sehingga hal ini diharapkan dapat menjawab tuntutan industri 4.0 di masa sekarang ini. Lulusan SMK tentunya dipersiapkan untuk memiliki keahlian teknis dan keterampilan dengan porsi pembelajaran praktek yang lebih tinggi, sehingga dapat memperkaya kompetensi mereka agar siap terjun dan berinovasi di dunia industri. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :