Teridentifikasi, Mayat yang Ditemukan di Semak Semak Pedawang, Warga Jepang Mejobo

oleh -200 Dilihat
Pemakaman jenazah Mbah Sukam yang mayatnya ditemukan di semak-semak turut Desa Pedawang di pemakaman desa Jepang, Mejobo, Kudus (Foto: istimewa/GWA LK)

Kudus, isknews.com – Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, identitas jenazah yang ditemukan di semak-semak wilayah Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, pada Sabtu (07/09/2024) akhirnya terungkap.

Mayat yang tinggal kerangka itu diketahui sebagai Sakum, pria berusia 81 tahun, warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus. Penemuan ini sempat menggegerkan warga setempat dan menjadi misteri hingga akhirnya terpecahkan.

Kapolsek Bae, AKP Imam Sukirno, membenarkan informasi tersebut. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa identitas mayat terungkap setelah ada laporan dari keluarga korban.

“Mayat tersebut diketahui bernama Sakum, warga RT 1 RW 10 Desa Jepang, Mejobo,” ujar AKP Imam Sukirno pada Minggu (08/09/2024) pagi.

Keluarga korban mengetahui informasi tentang penemuan mayat tersebut dari media sosial. Anak kandung korban, yang mengenali pakaian yang dikenakan mayat, segera mendatangi Polsek Bae pada Sabtu malam (07/09/2024) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Setelah mendapat informasi dari media sosial, anak korban segera menghubungi kami dan mengenali pakaian yang dikenakan korban,” jelas Kapolsek.

Pihak keluarga kemudian diajak ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk memastikan identitas jenazah. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, keluarga memastikan bahwa mayat tersebut adalah Sakum yang sudah hilang sejak Juni 2024.

“Keluarga mengenali pakaian yang dikenakan korban dan memastikan bahwa itu adalah bapak mereka,” tambahnya.

Setelah identitas korban dipastikan dengan dokumen resmi seperti kartu keluarga, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Penyerahan jenazah dilakukan di Ruang Jenazah RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dan pihak keluarga menyambut dengan rasa duka mendalam.

Sakum diketahui telah meninggalkan rumah sejak beberapa bulan lalu dan tidak kembali hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Pihak keluarga sudah berusaha mencari keberadaannya selama ini, namun sayangnya pencarian berakhir dengan kabar duka.

Kapolsek Bae menambahkan bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Sakum, meskipun hingga saat ini belum ada indikasi kekerasan.

“Kami masih mendalami penyebab kematian, namun belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terang AKP Imam Sukirno.

Dengan terungkapnya identitas korban, diharapkan keluarga dapat menerima musibah ini dengan lapang dada. Pihak kepolisian juga akan terus melakukan pendalaman untuk mengetahui lebih jauh tentang peristiwa yang menimpa Sakum. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.