Terjang Banjir hingga Masuk Rumah Warga, Bupati Kudus Pimpin Langsung Evakuasi Warga Sakit di Jetiskapuan

oleh -720 Dilihat

Kudus, isknews.comBupati Kudus Sam’ani Intakoris benar-benar terjun langsung menembus banjir yang merendam permukiman warga di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Bahkan, ia masuk ke dalam kediaman warga yang kawasannya kini telah dikepung genangan air demi mengevakuasi warga sakit yang masih terjebak di dalam rumah, Rabu (14/1/2026).

Dengan genangan air mencapai sekitar 80 sentimeter, Sam’ani menyusuri gang-gang permukiman bersama tim gabungan TNI, Polri, BPBD, relawan Lereng Muria, serta tenaga kesehatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul laporan adanya warga sakit yang kondisinya dinilai sangat berisiko apabila tidak segera dievakuasi, terlebih banjir masih berpotensi terus meninggi.

Dua warga yang dievakuasi langsung oleh Bupati Kudus yakni Zaekan (41), penyandang disabilitas dengan gangguan saraf akibat putus tulang belakang, warga RT 2 RW 3 Desa Jetiskapuan. Rumahnya terendam banjir cukup tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk bertahan lebih lama.

Selain itu, Waljinah (53), warga RT 1 RW 5 Desa Jetiskapuan, juga dievakuasi dari rumahnya yang dikepung banjir setinggi paha orang dewasa. Ia diketahui menderita stroke dan tidak dapat melakukan aktivitas fisik secara normal.

Kedua warga tersebut langsung diantarkan ke Puskesmas Jati untuk mendapatkan perawatan medis intensif, sekaligus menghindari risiko yang lebih besar apabila ketinggian genangan air kembali bertambah.

Sam’ani mengungkapkan, sebelum evakuasi dilakukan, pihaknya sempat menerima laporan adanya warga yang enggan dievakuasi ke rumah sakit dan memilih bertahan di rumah, meski kondisi genangan air terus meningkat dan mengurung tempat tinggalnya.

Menyikapi hal tersebut, Sam’ani memilih turun langsung ke lokasi. Dengan pendekatan persuasif, ia berusaha membujuk warga agar bersedia dievakuasi, mengingat kondisi banjir berpotensi semakin parah dan dapat membahayakan keselamatan.

“Kami melakukan evakuasi warga yang terisolasi bersama TNI, Polri, relawan, BPBD, tim puskesmas, dan rumah sakit. Kami khawatir air masih naik. Kalau tetap bertahan di rumah dengan kondisi sakit atau lumpuh, nanti kondisinya tidak bisa apa-apa,” ujar Sam’ani.

Menurutnya, kondisi genangan banjir di Jetiskapuan tergolong tinggi dan berbahaya. Oleh karena itu, evakuasi harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari kemungkinan terburuk yang dapat berakibat fatal.

Sam’ani juga mengimbau warga yang masih bertahan di rumah agar segera mengungsi apabila mendapati genangan air terus meluas. Pemerintah Kabupaten Kudus, kata dia, telah menyiagakan posko pengungsian di setiap kecamatan dan desa, lengkap dengan logistik serta layanan kesehatan.

“Kita sudah siapkan per kecamatan, per desa untuk posko pengungsi, termasuk logistik, termasuk tim kesehatan dari puskesmas juga disiapkan,” tandasnya.

Ia memastikan, warga tidak perlu khawatir meninggalkan rumah saat mengungsi. Aparat TNI, Polri, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus akan bersiaga menjaga lingkungan permukiman warga terdampak banjir.

Menutup keterangannya, Sam’ani mengajak seluruh masyarakat Kudus untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera reda dan kondisi daerah dapat kembali normal.

“Semoga hujan cepat mereda. Doanya semua agar Kabupaten Kudus segera pulih, kembali normal, dan masyarakat tetap sabar, kuat, serta berhati-hati karena kondisinya masih ekstrem,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Jati Muhammad Zainuddin, yang turut mengawal langsung Bupati Kudus selama proses evakuasi, menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah Desa Jetiskapuan saat ini telah terendam banjir dengan ketinggian genangan yang bervariasi.

Ia menyebut, banjir juga meluas ke sejumlah wilayah lain di Kecamatan Jati. Beberapa kawasan yang terdampak di antaranya Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor serta Desa Tanjungkarang, di mana genangan air mulai merendam badan jalan dan mengganggu mobilitas warga.

“Hampir seluruh Jetiskapuan sudah terendam. Air juga telah merendam di Dukuh Goleng Pasuruhan Lor sejak kemarin dan Desa Tanjungkarang, bahkan jalan-jalan sudah tergenang. Kami terus siaga dan siap melakukan evakuasi lanjutan jika air kembali naik,” tegas Muhammad Zainuddin. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.