Tiga Kali Ditolak Pemprov, Jembatan Karang Sambung Diusulkan Kembali Pembangunanya

oleh

Kudus, isknews.com – Setelah gagal disetujui pembangunannya oleh Pemprov Jateng pada pengusulan tahun 2017, 2018 dan 2019, Jembatan Karangsambung di Desa Bae, Kecamatan Bae akan kembali diusulkan tahun ini. Pertimbangan utamanya, akses penghubung di atas Sungai Gelis akan memperlancar mobilitas warga dua kecamatan, Bae dan Gebog.

Jembatan Karangsambung yang berjenis railway bridge menjadi jembatan penghubung dua Kecamatan Gebog dan Bae. Memiliki lebar sekita 3,5 meter. Sempit. Bahkan mobil dan motor tidak bisa berpapasan.

TRENDING : 
Jembatan Karangsambung di Dukuh Karangsambung Desa Bae kecamatan Bae Kudus (Foto: YM)

Jadi ketika ada mobil atau truk melintas, pengendara harus sabar bergiliran. Setiap hari, lalu lintas di tempat tersebut memang sangat ramai. Kondisinya pun semakin mengkhawatirkan. Pasalnya kontruksi besi sudah banyak yang berkarat.

Namun pihak Pemprov Jateng menilai kondisi fisik jembatan masih kokoh. Sehingga usulan  Pemkab Kudus melalui Dinas PUPR ditolak, sementara mempunyai pertimbangan lain. Pihaknya akan berupaya mengusulkan pembangunan Jembatan Karangsambung tahun 2020.

”Lalu lintas harian warga dari Bae ke Gebog dan sebaliknya sudah sangat padat,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Kudus, Joko Mukti Harso melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Harry Wibowo, Jumat (14/02/2020) siang.

TRENDING :  Pemkab Kudus Usulkan 10 Proyek Infrastruktur Pinggiran Kota dalam Bangub 2020

Estimasi kebutuhan dana mencapai Rp 30 miliar. Jembatan Karangsambung menjadi sarana vital penghubung ruas jalan Kecamatan Gebog dan Bae. Lebar jalan yang sempit 2,5 meter dengan panjang 60 meter, diusulkan diperlebar menjadi 9 meter dengan panjang tetap 60 meter.

TRENDING :  Pemkab Pati Didesak Prioritaskan Gedung Sekolah Rusak

Salah seorang penduduk Desa Bae, Bambang Gusti, menyatakan sudah saatnya jembatan tersebut dibangun ulang. Ketersendatan dirasakan saat pagi hari.

”Kalau ada kendaraan roda empat yang melintas dari dua arah harus bergantian menunggu di kedua sisi jembatan, Jembatan ini sangat penting artinya bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan media ini, Sabtu (14/2) sejumlah pengendara terlihat melintas di jembatan tersebut. Mobil dari dua arah memang harus bergiliran melintas. Sekilas, jembatan tersebut memang terlihat masih cukup kokoh. Hanya saja, bila dilihat secara seksama terlihat sejumlah besi badan jembatan yang keropos di sana-sini.

KOMENTAR SEDULUR ISK :