Tinggi, Animo Peserta Pelatihan Bordir di BLK Kudus

oleh -917 kali dibaca
Kepala Disnakerperinkop-UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati, saat meninjau ruang praktik kejurua Bordir di BLK (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus sebagai salah satu kota yang dikenal sebagai penghasil produk bordir terkenal baik domestik maupun mancanegara, ternyata menumbuhkan animo yang tinggi bagi peserta program pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus saat ini.

Kejuruan Bordir merupakan salah satu dari total 21 kejuruan yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus pada tahun 2021 ini. Kejuruan ini siap melahirkan pelaku usaha baru yang siap meramaikan dunia UMKM di Kabupaten Kudus.

Sri Darojatun, instruktur bordir BLK Kudus mengatakan, antusias para peserta pelatihan tahun ini cukup besar. Semangat ingin memiliki kemampuan membordir yang ditunjukkan para peserta cukup tinggi. Hal itu dibuktikan saat mereka praktik membordir.

“Pada dasarnya mereka sudah bisa membordir. Hal itu terlihat, saat praktik. Tinggal jam terbang mereka setelah pelatihan untuk menghasilkan hasil bordir yang halus dan bagus,” kata instruktur yang sudah melatih di BLK Kudus sejak 2009 itu.

Bahkan, Ia bersedia memfasilitasi secara gratis para peserta yang memang terkendala alat setelah lulus pelatihan bisa datang kerumahnya untuk meningkatkan jam terbang agar hasil bordir yang dihasilkan semakin bagus dan halus.

“Salah satu peserta ada yang sudah memiliki usaha pakaian sampingan tapi terkendala dengan sulitnya mencari tenaga bordir untuk pakaian yang sedang dikerjakan. Tahun lalu juga ada yang seperti ini dan sekarang sudah memiliki usaha bordir yang cukup besar,” katanya, kemarin (2/12).

Sementara itu, Kepala Disnakerperinkop-UKM Kabupaten Kudus, Dra. Rini Kartika Hadi Ahmawati, MM mengungkapkan bahwa peluang pasar dari kejuruan bordir ini sangat bagus. Saat pandemi saja pelaku bordir di Kudus pasarnya masih bisa bertahan.

“Selain permintaan dari Pemerintah Kabupaten Kudus untuk seragam yang di kenakan ASN setiap hari Kamis. Bordir termasuk memiliki pasar unik untuk kalangan kelas menengah ke atas. Termasuk juga untuk batik serta tas dan dompet rajutan yang di BLK juga ada pelatihannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rini menerangkan, bahwa untuk pelatihan kerja di BLK, Kabupaten Kudus tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,693 miliar melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Adapun peruntukannya sesuai PMK-206 yakni mengadakan pelatihan kerja khusus bagi pekerja atau buruh rokok maupun keluarganya.

Ia menambahkan, pada tahun 2021 di BLK Kudus terdapat kejuruan baru. Kejuruan tersebut yakni pelatihan digital marketing, hidroponik, roasting coffee dan barista yang banyak menarik banyak peserta.

“Semoga dengan memaksimalkan pelatihan yang bersumber dari dana cukai ini, dapat menumbuhkan UMKM di Kudus semakin berkembang dan naik kelas,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.