Tingkatkan Kapasitas dan Mutu Pelestarian, 47 Jupel Ikuti Pembinaan

oleh -51 kali dibaca
Seorang Jupel objek cagar budaya saat sedang melakukan perawatan benda cagar budaya didampingi Konservator di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X (DIY-Jateng), Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Sebanyak 47 Juru Pelihara (Jupel) dari berbagai objek cagar budaya dan objek diduga cagar budaya (ODCB) di Kudus mengikuti pembinaan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Rabu hingga Jumat (3-5/7/2024), dengan tujuan meningkatkan kemampuan dalam merawat dan memelihara cagar budaya agar tetap lestari.

Pembinaan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, Septiani Emdrawati dan Asri Kurnia Kartina, yang keduanya merupakan Konservator di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X (DIY-Jateng).

Para narasumber memberikan materi dan praktik langsung kepada para juru pelihara, sehingga mereka dapat memahami teknik yang tepat dalam pelestarian cagar budaya.

Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, menekankan pentingnya kegiatan ini untuk menambah mutu dan kapasitas para juru pelihara dalam menjaga cagar budaya.

“Tujuannya adalah agar para juru pelihara memiliki kemampuan dalam merawat dan memelihara objek cagar budaya ataupun objek diduga cagar budaya agar tetap lestari,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Selaras dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Mutrikah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten mempunyai tugas untuk melakukan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya.

“Kami membekali para juru pelihara dengan pengetahuan dari ahlinya dan menyiapkan sarpras serta alat untuk praktik step by step proses pemeliharaan yang tepat,” tambahnya.

Pembinaan ini dilakukan dengan metode bimbingan dan pelatihan teknis selama dua hari pertama di Taman Krida, yang mencakup materi dan praktik konservasi objek berbahan kayu, batu, batu bata, hingga logam.

Pada hari terakhir, para peserta mengikuti praktik outing class di rumah adat (Museum Kretek) dan Langgar Bubrah.

Mutrikah berharap pengetahuan dan keterampilan para juru pelihara dapat meningkat sehingga objek cagar budaya dan ODCB dapat terus dilestarikan.

“Ketika dirawat dengan baik, cagar budaya bisa dijadikan magnet wisata yang menarik masyarakat dari luar daerah untuk datang ke Kudus,” jelasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.