TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Tanaman Enceng Gondok Di Saluran Irigasi Wonosoco Undaan

oleh

Kudus, isknews.com – Puluhan personel Koramil 03/Undaan bersama warga dan puluhan petugas PSDA Lusi Juwana, beserta warga  setempat melakukan aksi bersih-bersih tenaman enceng gondok atau
Eichhornia crassipes yang tumbuh secara liar setta ranting pohon di alur Sungai Juwana, sekitar jembatan Dukuh Jongso Desa Wotan Kecamatan Sukolilo Pati yang berbatasan dengan Desa Karangrowo Undaan.

Gerakan pembersihan enceng gondok di alur sungai sepanjang 200 meter,
lebar sungai 25 meter dengan ketebalan sekitar satu meter, berlangsung
Rabu (4/12). Kerja bakti dilakukan sekitar 80 orang dari unsur Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem Kedungombo, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Undaan, Tenaga Pembantu Operasional Pemeliharaan (TPOP) Daerah Irigasi Wilalung, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus.

Mereka terjun langsung, memunguti tanaman hama yang berada di aliran‎ irigasi yang dipimpin oleh Danramil 03 Undaan .Kapten Inf Ibnu Latifur yang hadir bersama puluhan anggotanya, Ketua PSDA beserta Anggota, Kades Berugenjang dan Kades Wonosoco serta warga setempat.

TRENDING :  HUT Korem Makutarama Di Makodim 0722 Kudus, Aggota Agar Selalu Update Laporan Terkait Upsus Ketahanan Pangan

Selain itu jajaran TNI- Polri, Pemerintah Kecamatan Undaan, anggota Perkumpulan Persaudaraan Kepala Desa (PPKD), serta warga sekitar.

Enceng gondok dibersihkan karena tanaman itu telah menghambat arus
Sungai Londo di kawasan Undaan yang mengalir masuk ke Sungai Juwana.
“Kami yakin pengaruhnya cukup signifikan dalam mengurangi genangan,”
ungkap Kepala UPT II Pengairan Dinas PUPR Kudus, Muhtarom.

Hingga kemarin kedalaman genangan air di lahan pertanian Desa Berugenjang dan Wonosoco masih sekitar 50 cm hingga 70 cm. Dengan
dibersihkannya enceng gondok air langsung mengalir lancar, dan dalam
satu hingga tiga hari ke depan diperkirakan susutnya mencapai lebih 50
persen.

Menurut Danramil Undaan Kapten Ibnu Latifur, Aksi bersih-bersih enceng gondok ini untuk menekan populasi tanaman tersebut karena sudah dalam kondisi yang memprihatinkan.

Sejumlah anggota Koramil Undaan dan warga saat bekerja bakti bersihkan tanaman enceng gondok di ruas sungai juana (Foto: YM)

“Sepanjang aliran sungai tersebut sebagian permukaan airnya sudah tertutupi oleh tanaman Enceng Gondok. Terlebih, di musim hujan seperti sekarang ini tanaman ini tumbuh semakin subur,” katanya. Rabu (04/12/2019). Pagi.

TRENDING :  Kemanunggalan TNI Diapresiasi

“Kondisi yang demikian tersebut bisa menghambat aliran air sehingga mengakibatkan banjir, kelancaran air di saluran irigasi tersumbat. Selain itu, tanaman tersebut yang sangat cepat maka perlu diberantas dengan cepat pula,” ujar dia.

Kegiatan ini menurutnya merupakan salah satu sinergitas antara Anggota TNI dengan Warga.kegiatan karya bhakti pembersihan eceng gondok irigasi ini bertujuan untuk membantu para petani dan warga agar tidak terhambat oleh tumbuhan liar agar air lancar kesawah-sawah agar tidak banjir yang merugikan petani dan warga.

“Karena irigasi merupakan faktor yang menentukan keberhasilan di bidang pertanian. Kami menghimbau agar semua warga harus menjaga agar merawat saluran irigasi setelah di bersihkan oleh para TNI dan petugas PSDA agar terjaga dalam pemanfaatannya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi menambahkan,, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pihak Koramil yang mau terjun langsung bersama warga untuk membersihkan enceng gondok ini.

“Alhamdulillah semuanya bekerjasama secara sukarela. Semoga aksi seperti ini akan ada lagi atau bisa dijadwalkan secara rutin seminggu sekali atau lebih hingga enceng gondok ini bisa teratasi,” ujarnya.‎

TRENDING :  Warga Hadipolo & Kesambi Bersama Relawan BPBD, TNI, POLRI, Laksanakan kerja bhakti

Sedang menurut Kades Berugenjang Undaan, Kiswo, pembersihan enceng
gondok hanya sasaran antara untuk memperlancar sementara arus Sungai
Londo. Genangan sawah di Desa Berugenjang, Wonosoco dan Lambangan yang
terjadi hampir setiap tahun, dapat di atasi jika dilakukan normalisasi
Sungai Londo, membuat pintu air pertemuan Sungai Londo dan saluran
JU-3DA, serta optimalisasi lahan pertanian di sawah yang masuk area
cekungan.

“Bila tiga hal itu dipenuhi, kami yakin tidak akan ada lagi sawah di
tiga desa tersebut yang tergenang,” ujar Kiswo yang juga Ketua PPKD
Kabupaten Kudus.

Seperti diketahui, dalam dua pekan terakhir petani di tiga desa di
Kecamatan Undaan mengalami kerugian ratusan juta, yang diakibatkan
bibit padi untuk persiapan musim tanam pertama (MT I) 2019/2020 mati
terendam. Jumlah luasan lahan pertanian yang tidak dapat diselamatkan
mencapai 275 hektare, masing di Desa Berugenjang 75 hektare, Desa
Wonosoco 150 hektare dan Desa Lambangan 50 hektare. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :