Waspada Penipuan Atas Nama Bea Cukai, Begini Cara Mengantisipasi

oleh

Kudus, Isknews.com – Di era teknologi seperti saat ini, transaksi online merupakan suatu hal yang tidak asing lagi bagi kita. Di antara sekian banyak transaksi online di dunia ini, tidak sedikit diantaranya yang mempunyai niat jahat. KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus beberapa waktu lalu menerima pertanyaan dari customer seputar jual beli online yang berasal dari luar negeri, yang diantaranya mengenai informasi kedatangan barang impor dari luar negeri yang diiberitahukan oleh pihak jasa pengiriman (paket) bahwa pembeli (penerima barang) diharuskan mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi tertentu untuk pembayaran pajak dengan dalih supaya barang tidak ditahan oleh Petugas Bea dan Cukai. Setelah dilakukan penelitian, ternyata barang kiriman itu tidak dapat dipastikan keberadaannya atau tidak ada dan kemungkinan merupakan suatu bentuk PENIPUAN.

Untuk mengantisipasi agar kita tidak menjadi korban berbagai jenis penipuan transaksi online, berikut kita sampaikan rangkuman materi yang disampaikan oleh KPU Tipe C Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, di mana rata-rata pelaku penipuan seringkali memakai nama petugas, gudang, ataupun kantor di Bandara Soekarno-Hatta sebagai tempat tujuan pembayaran maupun pengurusan barang hasil transaksi online.

INDIKASI PENIPUAN

Pelaku dan calon korban biasanya berkenalan melalui internet (email atau media sosial seperti facebook, dll), yang kemudian berlanjut dengan motif teman, pacaran, atau bisnis (investasi)Pelaku mengaku mengirimkan barang kepada korbanJenis barang yang dikirimkan kebanyakan berupa :Perhiasan, handphone, laptop, jam tangan, alat elektronik, dllUang tunai dalam mata uang Pundsterling, Euro, atau Dollar untuk diberikan atau dititipkan kepada Calon Korban, sebagai warisan, atau sebagai iming-iming kerja sama/investasi dengan penerima barang

TRENDING :  Tahun 2008 Awal Diluncurkannya DBHCHT

MODUS PENIPUAN

Ada 2 (dua) modus penipuan pengiriman barang, yakni :

Pelaku mengaku mengirimkan  barang kepada Calon Korban melalui Courier Service / Diplomatic Courier / Diplomatic Parcel / Diplomatic Package / Diplomatic LuggageCalon korban memperoleh informasi melalui email / telepon / SMS bahwa yang bersangkutan mendapatkan barang kiriman dari luar negeri.Calon korban menerima dokumen pengiriman yang mirip Airway Bill, namun tidak mencantumkan nama pesawat, nomor, dan tanggal penerbangan (seharusnya data tersebut selalu tercantum pada Airway Bill).Calon korban diinformasikan dapat melakukan tracking status barang kiriman tersebut melalui suatu laman / alamat website (biasanya laman tersebut memberikan informasi bahwa barang kiriman tersebut ditahan oleh Bea dan Cukai atau terkendala di bandara).Seseorang yang mengaku sebagai agen pengiriman barang atau courier service atau mengaku sebagai Petugas Bea dan Cukai menelepon calon korban untuk menginformasikan bahwa barang yang dikirim tersebut tertahan di Bea dan Cukai dan calon korban harus membayar sejumlah uang untuk membayar biaya Customs Clearance.Calon korban diberi jangka waktu yang singkat untuk mentransfer uang, jika tidak segera ditransfer maka barang kiriman tersebut akan dikembalikan ke negara asal, dimusnahkan atau penerima / pengirim barang dikenakan denda karena terlambat atau tidak mau mengurus barang kiriman.Rekening bank yang digunakan untuk mentransfer pembayaran adalah REKENING PRIBADI a.n. PERORANGANJika calon korban memenuhi permintaan untuk mentransfer sejumlah uang, Pelaku kemudian akan kembali menghubungi Calon Korban untuk meminta sejumlah uang kembali dengan berbagai alasan (misalnya ada biaya penyimpanan barang yang harus dibayar setiap harinya, dan lain-lain).Apabila permintaan untuk mentransfer sejumlah uang dipenuhi, barang tetap tidak diantarkan kepada calon korban.Apabila calon korban tidak bisa atau tidak mau melakukan transfer uang dan menginginkan menyerahkan uang secara langsung (tunai), biasanya Pelaku menghindar untuk bertemu dengan berbagai alasan.

TRENDING :  Minat peserta untuk pelatihan di BLK
Foto : KPPBC Yogyakarta

Pelaku mengaku mengirimkan barang kepada Calon korban melalui kurir dengan cara diantar langsung (hand carry)Calon korban dihubungi oleh Kurir tersebut atau oleh seseorang yang mengaku Petugas Bea dan Cukai bahwa kurir tersebut ditahan karena membawa uang tunai atau barang-barang berharga.Sebagai syarat dilepasnya Kurir tersebut, Calon korban harus membayar biaya Customs Clearance, biaya penerbitan Sertifikat Money Laundry atau Sertifikat Antiteror.Rekening bank yang digunakan untuk mentransfer pembayaran adalah REKENING PRIBADI a.n. PERORANGAN.Calon korban diberi jangka waktu yang singkat untuk mentransfer uang, biasanya dengan informasi yang membuat panik Calon Korban, misalnya dengan ancaman bahwa barang tersebut akan dikembalikan ke negara asal atau dimusnahkan atau dengan ancaman bahwa barang tersebut akan dikembalikan ke negara asal atau dimusnahkan atau dengan ancaman bahwa kurir bersangkutan akan dideportasi.

CARA MENGECEK KIRIMAN DARI LUAR NEGERI

Pengiriman barang dari luar negeri kebanyakan menggunakan perusahaan ekspedisi (perusahaan jasa titipan / PJT) misalnya Fedex, DHL, atau melalui kantor pos.  Pengiriman model ini, biasanya diantar langsung ke alamat penerima barang (door to door service), kecuali apabila barang kiriman tersebut :

TRENDING :  LSM NARASI "DBHCHT Seharusnya Lebih Fokus Untuk Petani Dan Buruh Tembakau".

terkena peraturan larangan dan/atau pembatasan dari instansi terkait; ataudikenakan pungutan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (ada rincian bea masuk, PPN, PPh Pasal 22 impor, dsb.)

Dalam hal Anda mendapat informasi karena barang Anda masih bermasalah karena salah satu atau kedua poin di atas, jangan segera membayar apapun sebelum Anda mengecek kebenarannya.

CARA MENGETAHUI KEBENARAN KIRIMAN DARI LUAR NEGERI

Jika barang dikirim melalui pos

Silahkan hubungi Kantor Pos tersebut, atau mengecek nomor bukti pengiriman paket Anda langsung secara online melalui http://posindonesia.co.id.

Lebih lanjut, Anda dapat menanyakan : tanyakan nomor, tanggal, nama pengirim dan penerima kiriman pos dan cobalah dikonfirmasi ke Kantor Pos Tukar Udara di bandara kedatangan;

Jika barang dikirim melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT)

Silahkan hubungi nomor telepon PJT tersebut. Ada baiknya Anda tidak menghubungi langsung nomor yang ada di dokumen, tetapi carilah nama perusahaan tersebut secara online (google) lalu hubungi nomor resmi yang dicantumkan secara online.

Pastikan juga PJT tersebut telah memiliki izin operasi dari Ditjen Pos dan Telekomunikasi.

Hubungi Kantor Bea Cukai terdekat

Jika Anda ingin menanyakan ke kantor Bea Cukai, pastikan Anda juga mengetahui nomor dan tanggal Air Waybill, nama pengirim dan penerima, nama pesawat dan nomor penerbangannya, agar dapat dilakukan pengecekan dengan cepat.

Anda bisa mendapatkan daftar alamat kantor Bea Cukai di daerah Anda dengan mengecek di http://beacukai.go.id. (AJ/KPPBC Kudus)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.