Dampak Cuaca Ekstrem, Dua SD di Mlati Lor Kudus Sempat Tergenang Air dan Lumpur

oleh -416 Dilihat
Foto: Sejumlah guru saat membersihkan pasca bersih-bersih. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.comCuaca ekstrem yang melanda wilayah Kudus berdampak langsung pada kondisi sarana pendidikan. Menurut informasi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, tercatat ada SD 2 Mlati Lor dan SD 3 Mlati Lor.

Kantor SD 3 Mlati Lor dilaporkan sempat tergenang air dan lumpur akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir. Sementara Kelas di SD 2 Mlati Lor Kudus juga sempat terendam.

Kepala SD 3 Mlati Lor, Murih Widyastuti, saat ditemui pada Senin, 12 Januari 2026, menjelaskan bahwa genangan air mulai masuk ke ruang kantor sejak Sabtu pagi. Ketinggian air mencapai sekitar 10 sentimeter dan baru benar-benar surut pada Senin pagi, dengan menyisakan lumpur di sejumlah ruangan.
“Air mulai masuk sejak Sabtu pagi dan baru surut Senin pagi. Setelah surut, lumpurnya cukup banyak, terutama di ruang kantor,” ujar Murih.

Ia menyebutkan, kondisi tersebut diperparah dengan adanya penggalian selokan di sekitar sekolah. Bukannya mengurangi genangan, aliran air justru lebih mudah masuk ke area kantor sekolah setiap kali hujan deras turun.
“Selokan habis digali, tapi justru airnya masuk lebih banyak. Kalau hujan deras, air sering masuk ke kantor,” ungkapnya.

Untuk penanganan jangka panjang, pihak sekolah telah mengajukan rencana revitalisasi bangunan. Namun, pengajuan tersebut saat ini masih difokuskan pada ruang kelas, khususnya kelas 1, 2, dan 3. Sementara itu, ruang guru dan ruang kantor belum masuk dalam rencana perbaikan.
“Revitalisasi sudah diajukan, tapi baru untuk ruang kelas. Untuk ruang guru dan kantor, sampai sekarang belum ada rencana perbaikan,” jelasnya.

Saat ini, SD 3 Mlati Lor memiliki 45 murid dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan 10 tenaga pendidik, terdiri dari 6 guru PNS dan 4 guru tidak tetap (GTT). Murih juga mengungkapkan adanya wacana regrouping sekolah sebagai bagian dari penataan ke depan.

Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana prasarana akibat cuaca ekstrem, Murih memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan Manfaat Bantuan Gizi (MBG). Program tersebut telah diterima murid SD 3 Mlati Lor sejak awal pelaksanaannya.
“Untuk MBG, alhamdulillah murid-murid di sini sudah menerima sejak awal program berjalan,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.