Dugaan Kecelakaan Kerja di PG Rendeng, Seorang Pekerja Meninggal Akibat Luka Bakar

oleh -1,136 kali dibaca
Seorang Satpam PG Rendeng saat menunjukkan instalasi Boiler di PG Rendeng (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Ada dugaan kecelakaan kerja terjadi di lingkungan Pabrik Gula Rendeng Kudus. Seorang pekerja Konsorsium PT Wika Barata yang merupakan pihak ketiga atau rekanan PG Rendeng Kudus meninggal akibat luka bakar setelah beberapa hari sempat dirawat di Rumah sakit.

Pekerja tersebut bernama Ahmad Ainun Naim (47) warga Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Sejumlah sumber menyebutkan kecelakaan kerja tersebut terjadi pada Kamis (19/5) sore. Saat itu mesin produksi PG Rendeng berhenti beroperasi karena ada kerusakan di bagian vacuum boiler.

Saat itu, korban yang berstatus karyawan konsorsium PT Wika Barata selaku rekanan pelaksana revitalisasi mesin PG Rendeng, informasinya berusaha membersihkan bagian mesin yang tersumbat ampas tebu.

“Entah apa penyebabnya, tiba-tiba terjadi ledakan yang sempat menimbulkan kebakaran di sekitar mesin. Korban sempat terjilat kobaran api dan langsung dilarikan menuju rumah sakit dan setelah beberapa hari dirawat akhirnya meninggal akibat luka bakar sekitar 80 persen,” ujar sumber tersebut.

Saat dikonfirmasi ke manajemen Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus. Asisten SDM Rohmad membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya benar ada kejadian di lingkungan Pabrik Gula Rendeng, pada hari Kamis (19/5) lalu, hanya saja kami masih belum memperoleh informasi apapun terkait hal tersebut dari manajemen Wika (Konsorsium PT Wika Barata-red),” kata Rohmad, Senin (23/05/2022).

Dirinya masih belum tahu secara persis detail kejadianya. Akan tetapi dia menyebut, korban yang meninggal itu merupakan karyawan dari pihak konsorsium PT Wika Barata selaku rekan kerja PG Rendeng.

“Kami belum bisa menjelaskan secara rinci. Seharusnya yang menjelaskan masalah ini dari pihak Wika nya, sudah kami hubungi namun hingga sekarang belum hadir disini,” katanya, Senin (23/5/2022).

Dia mengatakan, pekerja yang meninggal itu sedang berada di bagian instalasi vacuum boiler. Saat kejadian, di PG Rendeng Kudus sedang tidak ada kegiatan produksi.

“Saat kejadian itu tidak ada proses pengerjaan produksi. Karena mesin giling kami rusak. Kami juga masih mencari tahu penyebab kejadiannya,” sambungnya.

Rohmad juga tidak mengetahui secara pasti kondisi korban. Namun, dia mendengar informasi jika korban meninggal pada Minggu (22/5/2022) malam.

“Sempat dibawa ke RS Mardirahayu dan juga di rujuk ke RS Karyadi Semarang. Informasi yang saya dengar korban mengalami luka bakar,” imbuhnya.

Seperti diketahui ramai beredar di media sosial video peristiwa kebakaran pada sebuah instalasi mesin di lokasi yang menurut warganet adalah PG Rendeng Kudus.

Namun saat dikonfirmasi pada Kepala Tanaman PG Renedeng, Febri Prasetyawan, menye‎butkan tidak ada kejadian tersebut.

“Tidak ada kejadian itu (kebakaran-red), saya masih rapat nanti‎ saya hubungi lagi,” ujar Febri.

Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David menyampaikan belum mendapatkan laporan mengenai kecelakaan tersebut.

“‎Kami belum dapat laporan, tapi coba kami mencari kebenaran informasinya,” ujarnya.

Pihak konsorsium PT Wika Barata saat dikonfirmasi, Penanggungjawab Operasional, Amri Fathoni ‎belum bisa memberikan keterangan.

“Maaf saya lagi ada kegiatan, terkait dengan yang bapak tanyakan nanti kita diskusikan dengan tim PG untuk atur jadwal,” tulisnya dalam pesan whatsap. (YM/YM)



KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.