Edarkan Pil Dextro, Roy Tiga Kali Masuk Bui

oleh -1,106 kali dibaca

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Polres Jepara mengamankan Harmawanto alias Roy (49), warga Desa Wedelan Kecamatan Bangsri. Roy diamankan lantaran menjual obat jenis Dextro. Polisi berhasil mengamankan ribuan butir pil dextro dirumah tersangka. Yakni 1.014 butir obat batuk berlogo Nova warna kuning merk dextromrthorphan. Dan 420 butir obat batuk merk Seledryl yang masih dalam kemasan merk dextromrthorphan.

Roy merupakan residivis untuk kasus yang sama sejak beberapa tahun belakangan. Tercatat tersangka sudah pernah dua kali masuk bui dengan hukuman masing-masing 6 dan 4 bulan.

Di hadapan polisi, Roy mengaku jika ribuan pil dextro tersebut didapatkan dari seseorang yang tidak dikenal. Satu plastik berisi 1000 butir pil dextro dia beli seharga Rp 600 ribu. Dan dijual lagi seharga Rp 15.000 per paket yang berisi 13 butir. Sementara untuk pembeli pil dextro itu, Roy mengaku dari berbagai kalangan, baik dari kalangan remaja sampai dewasa. “Dari berbagai kalangan yang beli, ada pekerja hingga guru,” ujarnya.

Roy menambahkan, para pemesan pil dextro tersebut rata-rata memang dari kalangam remaja yang biasanya digunakan untuk mabuk. Biasanya juga banyak dipesan saat ada pertunjukan orkes dangdut. “Pembeli datang langsung kerumahnya atau bisa memesan terlebih dahulu kemudian ketemuan. Pembeli mengkonsumsi dalam jumlah banyak efek yang ditimbulkan akan merasa seperti mabuk dan nge-fly (seperti terbang),” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menjelaskan, penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat. Dimana tersangka sering menjual atau mengedarkan obat obatan jenis dextromrthorphan tanpa ijin dan disalahgunakan. “Atas dasar informasi dari masyarakat tersebut, selanjutnya kita menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan dan penangkapan,” katanya.

Tersangka diamankan pada Sabtu (16/8/2017), sekitar pukul 18.30 Wib dirumahnya. Kini tersangka mendekam di tahanan Polres Jepara dan dijerat dengan Pasal 196 dan 197 UU RI No. 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan. Ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 1,5 milyar. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.