Jadwal MT II Mundur, Puluhan Hektar Sawah Undaan Diserang Wereng

oleh

Kudus, isknews.com – Mundurnya jadwal awal musim tanam (MT) II dari yang seharusnya bulan Februari-awal Maret menjadi bulan April akibatkan masa panen yang seharusnya tuntas bulan Juni-Juli, diperkirakan baru terlaksana pertengahan Agustus.

Jadwal tanam MT I yang seharusnya 15 September mundur menjadi Desember, berdampak pada jadwal tanam MT II. Bergesernya musim tanam itu juga berdampak pada puluhan hektare tanaman padi siap panen di Desa Wates, Kecamatan Undaan, terancam dan sudah diserang wereng dan penggerek batang.

Wereng coklat mulai menyerang tanaman padi pada umur 15 hari setelah tanam (HST) dan gejala serangan akan nampak pada umur tanaman 20-40 HST. tidak hanya menghisap cairan batang tanaman padi, hama wereng coklat juga menularkan virus pada tanaman, sehingga tanaman terjangkit penyakit virus kerdil rumput dan virus kerdil hampa.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tirtorejo Desa Wates, Muhammad Zuhri, tunjukkan tanaman pertanian yang telah diserang hama wereng (Foto: YM)

Sebelumnya para petani sudah memprediksi, Masa Tanam II ini akan menjumpai serangan hama tanaman paling ditakuti para petani, karena mereka sudah terbiasa mengetahui pola serangan hama wereng dan kapan biasanya mulai menyerang lahan pertanian.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tirtorejo Desa Wates, Muhammad Zuhri, Minggu (02/08/2020) menyebut bahwa wereng terpantau di blok Kauman, sementara penggerek batang mengancam lahan blok Tegong Mulyo.

“Hama wereng ini sudah menyerang sejumlah area lahan pertanian seluas 420 hektare di kawasan tersebut. Untuk menyelamatkan panen musim tanam (MT) II, petani terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penyemprotan pestisida mengantisipasi hama tersebut,” katanya.

Demi menyelamatkan panen yang akan berlangsung sepekan mendatang, penyemprotan pestisida digencarkan.

”Biasanya, kami mengeluarkan dana pembelian pestisida Rp 2 juta-Rp 3 juta per hektare, saat ini melonjak hingga Rp 4 jutaan,” ujarnya.

Peningkatan hama sudah diprediksi sebelumnya. Pihaknya berharap jadwal MT I periode mendatang tidak mundur lagi. Pengunduran jadwal tanam dikhawatirkan saat panen bertepatan dengan musim banjir atau peningkatan populasi hama.

Pemerhati persoalan pertanian, Nur Ahmad, berharap pihak terkait mengatasi persoalan yang sering terjadi tersebut. Siapapun yang mempunyai otoritas pembagian air irigasi teknis Waduk Kedungombo diminta mengupayakan agar jadwal tanam berjalan sesuai rencana awal.

”Jangan sampai masalah serupa terulang setiap tahun,” imbuhnya.

Pembangunan infrastruktur pertanian menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Dia mencontohkan belum semua kawasan pertanian dilengkapi jalan usaha tani (JUT).

Akibatnya, mobilisasi hasil pertanian terhambat dan berdampak peningkatan biaya panen.

”Jika JUT sudah menjangkau ke semua lahan pertanian, pengangkutan hasil pertanian akan lebih mudah, dan memperkecil beaya produksi yang dikeluarkan oleh para petani,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :