Kudus, isknews.com – Banyak guru di sekolah bingung dalam mengenali bakat dan minat muridnya. Ada murid yang selama hidupnya tidak tahu bakatnya karena tidak pernah dieksplorasi. Tetapi ada anak yang dengan sendirinya mengenali bakat dan minatnya. Jika guru membantu anak mengenali bakat dan minatnya tentu perbuatan itu sangat membantu anak dalam mengembangkan hidupnya.
Demikian hal nya yang telah dilakukan SDIT Luqman Alhakim menggelar kegiatan Ajang kreasi pada kamis, (13/4/2017).
Ajang kreasi merupakan bentuk kegiatan yang dilaksanakan untuk menyalurkan bakat-bakat dan kreasi anak-anak yang belum tergali, “kegiatan ini dulunya dilaksanakan bersamaan dengan akhirusaanah dan open house, namun untuk tahun ini digelar secara terpisah,”Jelas Ridlon, Kepala SD IT Luqman Al Hakim saat ditemui isknews.com diruang kerjanya.
“Partisipasi ajang kreasi diikuti dari murid kelas 1 sampai kelas 5, sedangkan untuk murid kelas 6 memang sengaja tidak diikutkan, karena harus sudah fokus pada Ujian Nasional,” Ujarnya
Dirinya menjelaskan, Ajang kreasi adalah puncak dari rangkaian seleksi yang telah digelar pekan sebelumnya. “Selain sebagai tempat untuk menuangkan ide kreatif murid, juga ada banyak sekali manfaat yang bisa diambil, salah satunya menumbuhkan rasa percaya diri, dan menumbuhkan inovasi dari anak-anak didik.
Ajang kreasi tahun ini jadi lebih meriah dengan kedatangan anggota kepolisian Satbinmas Polres Kudus dan juga anggota Saka Bhayangkara Polres Kudus yang berjumlah kurang lebih 15 anggota.
Pihak nya menjelaskan, Mereka disini memperagakan senam lalu lintas, yang di ikuti warga sekolah, dan juga didampingi guru dan sebagian wali murid, Suasana keramahan polisi pada anak didik SDIT Luqman Alhakim terasa saat itu dan lewat kegiatan ini diharapkan tertanam kecintaan anak-anak kepada polisi. Selain itu dengan dikenalkan senam lalu lintas mulai sejak dini, diharapkan para murid ini kelak bisa lebih disiplin dan mematuhi segala peraturan lalu lintas.
“Bukan itu saja, dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak tidak lagi takut kepada polisi. Sebab selama ini jika melihat polisi mereka takut,” katanya.
Tidak ketinggalan, setelah senam lalu lintas, wali kelas masing-masing kelas, juga menyiapkan konsep yang akan ditampilkan muridnya. Seperti halnya kelas 4, mempresentasikan tentang keahlian di bidang akademik maupun ketrampilan dan kesenian di bidang non akademik,” paparnya. (AJ/isknews.com)










