Kuliah Umum, Menko PMK Kagum Perkembangan Pesat UMKU, Bakal Bangun Kampus 13 Lantai

oleh -440 kali dibaca
Suasana kuliah umum di UMKU oleh Menko PMK Muhadjir Efendi, Sabtu (11/09/2021) (Foto: yy)

Kudus, isknews.com – Usai mengunjungi kegiatan vaksinasi yang digelar dibeberapa tempat oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kudus yang bersinergi dengan Polri dan Lazismu. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy didampingi Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiayh Kudus (UMKU).

Didalam materi kuliahnya Muhadjir berharap UMKU segera bisa mengikuti keberhasilan Universitas Muhammadiyah yang lain sepertu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini tumbuh menjadi megah dan berkualitas hingga menduduki peringkat pertama universitas Islam terbaik dunia versi UniRank ternyata tidak ditempuh dari profesionalisme saja. Tapi juga melibatkan sisi-sisi ruhaniyah.


Menko PMK RI Muhadjir Effendy yang juga merupakan Mantan Rektor UMM ini mengungkapkan kisah keberhasilan UMM itu sekaligus ditujukan sebagai pesan kepada Rektor UMKU dan para rektor Universitas Muhammadiyah lainnya.


“Bagaimanapun ikhtiar kita, usaha kita, akhirnya juga harus bersandar kepada Tuhan, kepada Allah. Jadi kan di dalam ilmu administrasi ada namanya bounded rationality. Jadi bagaimanapun, rasionalitas itu terbatas,” tuturnya dalam Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Sabtu (11/9).


“Karena itu kita jangan lupa untuk selalu dekat dengan yang membikin hidup. Terutama ketika diberi amanah, apakah itu amanah Muhammadiyah ataupun amanah pemerintahan. Mungkin sebagian besar apa yang kita lakukan itu di luar akal kita dan menjadi urusannya Tuhan. Kalau kita dekat dengan Tuhan Insyaallah kita akan dibimbing, diarahkan dan selalu diberi keuntungan,” imbuhnya.


Selain menjaga sisi spiritualitas, Muhadjir juga berpesan agar para rektor memperhatikan hal detil dan sering turun ke lapangan memantau keadaan kampus, pegawai dan mahasiswanya.


“Jangan gengsi. Jadi kalau pemimpin itu, rektor sekali-kali nyapu di kampus, jangan merasa turun derajat. Justru rektor yang bagus adalah yang tahu bagaimana menyapu yang baik,” pesannya.


Muhadjir berpesan agar para rektor di Universitas Muhammadiyah termasuk UMKU tidak berpedoman pada data statistik, melainkan juga harus pandai memahami pola sehingga jitu dalam memutuskan kebijakan.


“Dan saya berharap UMKU benar-benar menjadi lembaga yang punya trust tinggi tidak hanya di Kudus tapi juga di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti memuji perkembangan pesat kampus tersebut. Meski baru berusia tiga tahun sebagai universitas, UMKU terus membangun kualitas sarana dan prasarana hingga menjadi kebanggaan warga Kudus. Sebelumnya lewat perjalanan panjang. Embrio UMKU adalah Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Muhammadiyah Kudus yang berdiri pada tahun 1984.

Lembaga pendidikan ini kemudian berkembang menjadi Akademi Keperawatan di tahun 1998. Selanjutnya berkembang menjadi Akademi Kesehatan pada 2004 dan berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Kudus pada tahun 2009 dan pada perkembangannya berhasil meraih perizinan menjadi universitas lewat Surat Keputusan yang diberikan oleh Presiden Jokowi di Lamongan pada tahun 2018. Kini, UMKU memiliki 20 program studi dan 2400 mahasiswa.

Dalam sarana prasarana, UMKU diketahui tengah membangun kampus II dan mengejar Convention Hall seluas 40×50 meter yang dicanangkan selesai pada November tahun ini. Selain pembangunan itu, UMKU juga berharap dapat membangun kampus setinggi 13 lantai dengan kapasitas 10 ribu orang.

“Saya yakin dengan soliditas pimpinan di UMKU, BPH, juga PDM dan dukungan warga Persyarikatan dan Pemerintah Kabupaten Kudus, saya kira cita-cita itu akan terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.