UMKU Gaungkan Isu Ergonomi, Bupati Kudus Ajak Mahasiswa Koreksi Fasilitas Publik

oleh -439 Dilihat
Rektor UMKU Dr Edy Susanto, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat kuliah umum Prodi Teknik Industri di Gedung Serbaguna UMKU (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar kuliah umum bertajuk “Aksesibilitas di Fasilitas Pelayanan Kesehatan: Pendekatan Ergonomi untuk Desain Lingkungan yang Ramah bagi Semua”, Senin (25/8/2025) di Ruang Serbaguna UMKU.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. Bambang Suhardi, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng, Guru Besar Bidang Ergonomi Teknik Industri Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, serta Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T., Bupati Kudus sekaligus dosen Teknik Industri UMKU.

Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kep., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman ergonomi di bidang kesehatan. Menurutnya, tema ini relevan karena rumah sakit maupun fasilitas kesehatan dituntut menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan.

“Ergonomi bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagaimana lingkungan pelayanan kesehatan bisa inklusif dan memberikan akses setara bagi setiap orang,” ujar Edy.

Ia menekankan bahwa kuliah umum ini menjadi sarana memperluas wawasan mahasiswa. “Kami berharap mahasiswa memahami bagaimana ilmu teknik industri bisa berkontribusi langsung pada dunia kesehatan,” tambahnya.

Menurut Edy, kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi lintas disiplin. “Teknik industri tidak hanya bicara soal manufaktur, tetapi juga bagaimana merancang sistem pelayanan yang efektif, efisien, dan humanis,” paparnya.

Ketua Prodi Teknik Industri UMKU, Nunung Agus Firmansyah ST, MT, menyebut kuliah umum ini penting untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa. “Mereka bisa mendapatkan perspektif langsung dari pakar dan praktisi,” ucapnya.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti ratusan mahasiswa, dosen, serta tamu undangan. Diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan seputar penerapan ergonomi di fasilitas pelayanan kesehatan modern.

Rektor menjelaskan, Prof. Bambang sebagai pakar ergonomi banyak menyinggung bagaimana desain bangunan, industri, maupun layout pabrik harus memperhatikan faktor ergonomi agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

“Sedangkan Pak Bupati membahas perancangan rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas layanan publik yang ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas,” kata Edy.

Tak hanya itu, Sam’ani juga memberi ruang partisipasi mahasiswa. “Pak Bupati meminta mahasiswa memberi masukan tentang fasilitas umum milik Pemda yang dirasa belum ergonomis,” jelas Edy.

Menurutnya, hal ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam evaluasi dan perencanaan fasilitas publik di Kudus. “Mereka bisa ikut memberikan masukan nyata kepada pemerintah daerah,” tambahnya.

Edy juga menyinggung kiprah Sam’ani sebagai dosen di UMKU. “Sejak 2018 beliau sudah mengajar di UMKU. Awalnya dengan status NIDK, lalu setelah berhenti dari ASN beralih ke NIDN,” ungkapnya.

Meski kini menjabat sebagai Bupati, Sam’ani tetap aktif mengajar. “Itu menunjukkan jiwa pendidik beliau yang kuat,” lanjut Edy.

Ia menegaskan, aktivitas Sam’ani di UMKU lebih banyak didasari semangat pengabdian. “Kalau soal gaji, tidak seberapa. Beliau mengajar karena passion dan keinginan berbagi ilmu. Ini patut diteladani,” tutupnya.

Kuliah umum ini ditutup dengan sesi diskusi yang kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan pemerintah dalam menciptakan fasilitas publik yang ergonomis dan inklusif. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.